by

Kepala Dinas Pendidikan Tambakromo Moh. Sutopo MM diduga kankangi Peraturan Perundangan dan Etika PNS

PATI , Bratapos.com – kepala Dinas pendidikan kecamatan Tambakromo , Mohamad Sutopo  d iduga mengangkangi semua peraturan perundang-undangan dan etika profesi PNS , terkait penyimpangan Hak dan kwajiban seseorang , penyaluran  insetif tunjangan Gaji seorang suami dari PNS  di dalam instansinya secara berlarut larut.

Oleh fihak korban yang diterlantarkannya,  STP  dianggap melanggar ketentuan  UUD 1945  pasal 28 F , bahwa setiap  orang berhak  untuk berkomunikasi untuk mengembangkan pribadi, keluarga dan pengaruh sosialnya.Dengan menggunakan saluran yang disediakan oleh Negara.

Bahwa Negara menjamin pemenuhan Hak-hak perseorangan dengan  stakeholder yang timbul akibat suatu persoalan , perjanjian , Nota dan peraturan UU tersebut . Pada intinya Korban Merasa  diperlakukan tidak manusiawi dan diterlantarkan berlarut larut oleh dinas Pendidikan tambakromo atas kejadian tersebut . Korban  an. inisial “DSH”  seorang suami yang diterlantarkan   yang selama ini  menuntut pemenuhan  tanggung jawab Dinas Pendidikan atas Hak insentif tunjangan sebagai suami PNS aktif  dan  Hak kemahalannya sebagai Suami sahnya selama ditinggalkan selama   sekira 7 tahun  sejak 2010 oleh  seorang PNS yang adalah istrinya  sendiri.

Korban selanjutnya merasa Haknya  di serobot  bertahun tahun oleh Dinas Pendidikan , akibat suatu perkara Hukum yang seharusnya menjerat  IW , oknum Guru SD bermasalah kriminal Pidana dan perdata  yang sudah dilaporkan Kepada  Fihak yang berwajib maupun  lembaga yang berkaitan .

Akibat kejadian ini  korban sangat menderita beban  material dan immaterial  dan dirugikan senilai lebih dari Rp. 500 juta , secara perhitungan Prosedural semestinya  hak itu dapat diperhitungkan melalui Nomenklatur  dan secara Hirarkis Kedinasan . Korban “DSH” yang merasa ditertantarakan Berlarut -larut  ,selanjutnya mengajukan Somasi Kepada Ombudsman RI untuk  membantu menyampaikan perihal permasalahan yang bersangkutan .

Perihal  atas Dugaan   kepala dinas pendidikan Tambakromo , Pati tersebut melanggar ketentuan  UU .no . 11. 2018  yang intinya  tidak bersedia menyelesaiakan secara transparan  dan menyelesaikan semua pengaduan  pengadu  yang hendak menyelesaikan pengaduannya .Bahkan sampai sekarang , 4/6/2019 kepala Dinas tersebut selalu menghindar dan berkilah  jika ditemui di kantornya.

Melalui bratapos.com ” DSH” berharap  ada penyelesaian  oleh Dinas pendidikan Kabupaten Pati atas kemelut  di dalam kordinator  UPT Pendidikan Tambakromo ini . karena selama ini “STP” selalu berkelit dan berbelit belit ,  bahwa  “semua perkara  sudah bukan urusan tanggung jawabnya lagi , karena sesuai peraturan birokrasi  dia sekarang hanya Koordinator “terangnya  kepada perwakilan Korban.dalam hal ini  terkesan bahwa “selama ini Kepala dinas Pendidikan Tambakromo dalam memutuskan semua keputusan berdasarkan kemauannya sendiri ( Overmach) dan atas dasar opininya  sendiri tanpa menghiraukan  dampak sosial ,masyarakat dan keluarga akibat  Keputusannya itu dan tidak melalui mekanisme proses yang wajar  singga wajar jika dikatakan melanggar peraturan pemerintah  yang ditetapkan dan membuat kebijakan yang tidak sejalan dengan reformasi Birokrasi.

Terkait Upaya Resolusi penyelesaian  Oknum guru SD Negeri 03Tambakromo yang  Bermasalah  tersebut  dan terkesan menutup-nutupi  persoalan intinya dengan membuat alibi bahwa korban menderita gangguan kejiwaan, suatu hal yang lebih tidak  bermartabat lagi . ” Seharusnya pejabat Negara menjadi  teladan yang baik  yang tidak mempersulit  urusan yang sepele seperti ini  , sebab semua dalah kewenangannya  termasuk memberi punishmen kepada bawahannya ” harapan kuasa insiden  korban .

Melalui juru bicaranya , korban  menyampaikan permintaannya Kepada Bupati Pati dan yang berkewenangan untuk menegur  Kepala dinas pendidikan  tersebut,  agar dalam waktu dekat segera   menyelesaikan persoalan kemelut  Resolusi atas Hak insentif dan tunjangan kemahalan dan hak bugeter lainnya .

Reporter : Sholihul Hadi

Editing : zai

Publisher : Redaksi

 

REKOMENDASI UNTUK ANDA