by

Pemkab Aceh Selatan Gelar Sosialisasi Pembentukan Forum Pengurangan Resiko Bencana

Aceh Selatan, Brata Pos.com – Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan membuka Pembentukan Forum Pengurangan bencana (FPRB) di aula hotel Chaterine, Tapaktuan, Kamis, (4/4/2019).

Kegiatan ini dibuka langsung Bupati Aceh Selatan melalui Asisten II Setdakab Aceh Selatan Zaini Bakri S.Sos.

Dalam sambutannya, Zaini Bakri menyampaikan, pengurangan resiko bencana dan melakukan Advokasi pengurangan resiko bencana menjadi tanggung jawab kita bersama.

“Untuk terus meningkatkan kualitas, penyelenggara penanggulangan bencana dengan memberikan inut dalam rangka harmonisasi peraturan perundang-undangan yang terkait dengan tugas dan fungsi penanggulangan bencana di daerah,” jelasnya.

Dengan demikian, kata Zaini, pengurangan resiko bencana dapat dtanggulangi secara cepat, tepat dan bertanggung jawab.

“Melalui forum ini juga dapat meningkatkan kapasitas SDM melalui pendidikan dan pelatihan, pengelolaan, pemanfaatan dan pemeliharaan aset BPBD, serta meningkatkan kualitas data informasi dan pelaporan kejadian bencana melalui optimalisasi pemanfaatan peralatan teknologi informasi dan komunikasi,” imbuhnya.

Selanjutnya, tambah Zaini, pelaksanaan pembentukan dan pengembangan desa tangguh bencana untuk membangun kemandirian masyarakat dalam penanggulangan bencana. Juga merupakan sebuah agenda utama agar masyarakat memahami pentingnya pengurangan resiko bencana.

“Dengan terbentuknya forum PRB nantinya diharapkan dapat meningkatkan kepedulian dan kesadaran dalam pengurangan resiko bencana serta peningkatan pemahaman betapa pentingnya Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB), supaya masyarakat berupaya untuk mengurangi timbulnya korban dalam kejadian bencana yang selalu diawali dari kesiapsiagaan masyarakat’,” Harapnya.

Sementara itu, Kepala Badan Panggulangan Bencana Daerah( BPBD) Aceh Selatan Cut Syazalisma menyampaikan, gambaran umum potensi bencana dan pengulangan bencana di Kabupaten Aceh Selatan Di latar belakangi bahaya atau ancaman dan kerentanan yang berstatus bencana di daerah pala ini semakin meningkat yang terus berdampak.

Dengan sosialisasi ini nantinya, kata Cut Syazalisma, terciptanya hubungan baik antara pemangku kepentingan dengan forum yang bersinergi dalam hal pengurangan resiko bencana,dan meningkatkan pemahaman dan partisipasi berbagai pemangku kepentingan dalam membangun kerjasama para pihak dalam upaya pembentukan FPRB.

“Mari kita memandang dan memecahkan masalah dengan berkerjasama, untuk mewujudkan ketangguhan masyarakat Aceh Selatan dalam menghadapi bencana,”imbaunya.

Cut Syazalisma menjelaskan,FPRB merupakan sebuah wadah independen yang menyatukan berbagai organisasi pemangku kepentingan yang bergerak dan mendukung berbagai upaya pengurangan resiko di Indonesia. Terkait hal itu membantu menyelaraskan kebijaka, perencanaan dan program pembangunan dalam hal FPRB.

“Ini merupakan representasi dari bentuk organisasi inter organisasi dan sebuah wadah administratif yang menyatukan berbagai kepentingan dalam melakukan Advokasi pengurangan resiko bencana termasuk di dalamnya adaptasi perubahan iklim di semua tingkatan. Sesuai telah di amandemen dalam amanah nomor 24 Tahun 2017 tentang pengulangan bencana. Maka Forum Pengurangan Resiko Bencana(FPRB) ini sangat penting.
Masyarakat tangguh bencana, membangun kesadaran bersama, nilai kepedulian dan solidaritas, mendorong upaya aktivitas FPRB,” pungkasnya.

Reporter : Asmar Endi

Editing :  Wo

Publisher : Redaksi

REKOMENDASI UNTUK ANDA