by

Inspiratif, Harlah Kedua Rumah Kreatif Indonesia Bakal Gelar Nikah Masal Gratis Dan Pelatihan Jurnalistik

MALANG, BrataPos.com – Menajubkan dan sangat Inspiratif. Menjelang hari lahir (harlah)  Rumah kreatif difabel Indonesia yang kedua, bakal menggelar sejumlah acara yang menyentuh kalbu.

Rumah kreatif yang penghuninya rata-rata kaum disabilitas, mu’alaf, korban rentenir, kaum duafa, korban bencana alam. Jumlah sekitar 400 orang, dari seluruh Indonesia.

Rumah kreatif berdiri diatas lahan 1 hektar, hasil dari wakaf donatur, yang lokasinya menyatu dengan kampung wisata jurnalistik. Lokasinya sangat-sangat subur dan berada di Purabaya Sukabumi Jawa Barat. Lokasi ini juga mendapat penghargaan dari Menkumham sebagai Desa Sadar Hukum.

Founder rumah kreatif Agung Sedayu, Kabiro BrataPos.com Bogor Raya Jawa Barat menjelaskan, fasilitas yang disediakan yakni rumah singgah, tempat pelatihan wira usaha dan wisata jurnalistik. Agung yang berlatar belakang wartawan ini juga bakal menggelar pelatihan jurnalistik di setiap masjid se-Jawa Barat.

Namun diklat jurnalis tersebut bakal dilaksanakan setelah pemilu, agar terhindar dari nuansa politik. Kabarnya, diklat jurnalistik juga  mendapat dukungan dari Dewan Masjid Indonesia (DMI) pusat Jakarta.

Pada tanggal 24 april 2019, pihaknya akan mengadakan Nikah masal gratis dengan fasilitas mas kawin, perlengakapan wira usaha, bulan madu semalam di Hotel.

IMG-20190402-WA0023

Nikah masal ini gratis, untuk umum dengan syarat salah satu pasangannya dari kaum disabilitas. Acaranya bakal digelar di Pendopo Walikota Bandung Jawa Barat.

“Semua pembiayaan rumah kreatif murni dari usaha kita sendiri. Usaha yang kita rintis warkop, kaligrafi, kuliner, madu hutan. Jadi selama ini, kita tidak pernah mengandalkan bantuan dari pemerintah,” ungkap Agung saat berbincang dengan BrataPos.com di Sengkaling Malang, Selasa (2/4/2019).

IMG-20190402-WA0024

Saat ini, lanjut Agung, rumah kreatif telah menjalin kerja sama dengan badan amil zakat Zisnesia Mandiri. Kerja bareng itu guna membangun aplikasi konsultan sosial di daerah masing-masing.

Sebab, selama ini data perihal kaum duafa masih kurang update. Sehingga, santunan yang akan diberikan akan tetap sasaran.

Reporter : Ard/Had
Editor : jas
Publisher : redaksi

REKOMENDASI UNTUK ANDA