by

Terindikasi Kecurangan, Tokoh Masyarakat Gruduk P2KD Gunung Maddah Sampang

SAMPANG, BrataPos.com – Musyawarah Desa (Musdes) Pergantian Antar Waktu (PAW) Kepala Desa (Kades) Gunung Maddah, Kecamatan Sampang, Kabupaten Sampang berlangsung ricuh. Kamis (28/3/2019).

Kejadian tersebut di picu dengan adanya salah satu saksi yang tidak terima dengan penghitungan yang dilakukan oleh panitia. Bahkan memecahkan kotak suara yang terbuat dari kaca.

Dalam pemilihan PAW Gunung Maddah ada dua calon di no urut 1 atas nama Sukandar dan no urut 2 Mat Soleh. Mereka adalah putra terbaik Gunung Maddah. Hak pilih dalam Musdes PAW Kades Gunung Maddah ini sebanyak 72 orang yang terdiri dari tokoh masyarakat, perangkat dan BPD.

Adanya insiden itu pada hari Rabu (27/03/2019) para tokoh masyarakat gruduk kantor P2 KD di desa Gunung Maddah. Hal itu dilakukan, untuk menanyakan kenapa sampai terjadi insiden tersebut.

Terlalu banyaknya atas dugaan kecurangan saat penghitungan suara. Salah satu tokoh sebut saja M mengatakan, kami berkumpul disini. Karena ketidak puasan kami.

“Kemarin red waktu dalam pemilihan P2KD saya rasa ada dugaan panitia tidak netral. Satu, surat suara tidak sah, itu memang disengaja tidak disahkan sama panitia dan itu ada buktinya,” katanya.

Bukti dari itu panitia tidak menggunakan sarung tangan. Seharusnya surat suara itu harus steril. Guna mengantisipasi terkena kukunya, imbuhnya.

P2KD memberikan penjelasan Hafifuddin ketua panitia. Kami sudah membuat berita acara. Kami akan sampaikan aspirasi para tokoh masyarakat ke- kecamatan, DPMD dan DPRD.

“Kami akan layangkan surat keberatan para tokoh masyarakat. Tapi pada intinya, tokoh masyarakat siap diminta tanda tangan,” tegasnya.

IMG-20190328-WA0122

Para tokoh masyarakat desa Gunung Maddah dalam tuntutannya, inginkan pemilihan ulang. Supaya tidak terjadi yang tidak diinginkan.

Kyai Muhammad yang juga sebagai tokoh masyarakat merasa keberatan, kalau PAW ini tidak di ulang. Dalam artian ia inginkan ada pemilihan ulang. Dalam penjelasannya ia tidak bertanggung jawab kalau terjadi hal yang tidak diinginkan jika tidak di ulang.

“Saya mendengar perolehan suara diamankan di kecamatan. Menurut pemikiran saya sangat fatal. Pasalnya kalau diamankan di kantor krcamatan, sangat mencurigakan dan merugikan salah satu calon. Kita harus menduga ada yang akan merusak dan sebagainya,” ujarnya.

Tidak hanya itu, namanya politik kami berasumsi ada upaya untuk mengganti surat suara yang sudah ada. Hal itu patut mencurigakan. “Jadi dimohon dengan sangat di pilih ulang biar sama puas,” pintanya dengan tegas.

Sampai berita ini publikasikan. Pihak No urut 2 belum bisa di mintai keterangan. Padalnya, belum berhasil ditemui.

Reporter : TIM

Editor : dr

Publisher : Redaksi

REKOMENDASI UNTUK ANDA