by

Terdakwa Dirut PT KH, Dapat Teguran Keras Dari Ketua Hakim

GRESIK, BrataPos.com – Kasus penipuan yang menyeret Muis Al Fhadi (29), Direktur (Dirut) PT Kavling Hijau (PT KH) terus bergulir di Pengadilan Negeri (PN) Gresik, Selasa kemarin (26/3/2019).

Warga dusun Munggu, Rt.004 Rw.001 desa Munggugianti, Kecamatan Benjeng, Kabupaten Gresik itu diseret kemeja hijau, lantaran diduga melakukan penipuan dengan cara jual kapling murah sampai sejumlah korban mengalami kerugian Milliaran Rupiah.

Sidang yang diketuai oleh Majelis Hakim, Eddy beragendakan saksi korban. Sebanyak lima saksi yang dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Nurul Istiana. Awalnya sidang berjalan dengan lancar. Namun tiba-tiba saat saksi menerangkan di persidangan hakim mengetuk palu.

Ketukan palu, di alamatkan ke terdakwa. Pasalnya, terdakwa tidak mengindahkan keterangan saksi, sehingga mendapatkan teguran keras oleh hakim. Bahkan sampai dua kali ketukan palu yang bisa menegur terdakwa.

Peringatan itu saat Lima orang saksi memberikan keterangan. Bagaimana awal mereka membeli tanah kapling. Semua saksi menerangkan pihak terdakwa tidak ada itikad baik dalam mengatasi keluhan para saksi (korban).

“Terdakwa, terdakwa, tolong perhatikan keterangan saksi. Sebab ini akan menjadi pertimbangan Hakim atas perkara saudara. Jangan ngobrol sendiri dengan penasehat hukum anda, anda harus memahaminya,” tegas Eddy dengan nada keras.

Kepada majelis hakim, ke-lima saksi meminta agar uang untuk pembelian tanah kapling dikembalikan. Pasalnya terdakwa tidak ada kejelasan pasti akan kaplingan yang mereka beli. Hingga para saksi melaporkan ke pihak berwajib.

“Kami minta uang pembelian kaplingan itu di kembalikan saja, kami capek berkali-kali meminta pada pihak PT Kavling Hijau (penjual),” terang Hermawan bersama ke-empat saksi lainnya saat di persidangan.

Andreas (saksi lain) mengaku lahan kapling yang dijanjikan itu, hanya ada beberapa meter tanah diurug. Sisanya berupa sawah. Setiap kali ditanya alasannya nunggu musim hujan selesai, dan itu berjalan sudah setahun lebih.

“Pernah kami tanyakan pada pemilik lahan Pak Satuin. Ia mengatakan PT Kavling Hijau belum melunasi pembelian tanah sebesar 700 juta,” terang salah satu saksi bernama Gatot yang melaporkan terdakwa ke Polisi 2018 lalu.

Kesaksian itu jadi pertimbangan hakim. Seperti korban meminta uangnya kembali. Juga terdakwa apa mau mengembalikan, juga jadi pertimbangan hakim nanti dalam memutuskan perkara.

Sementara penasehat hukum terdakwa, Wagiman menerangkan kasus ini dipaksakan. Ia mengaku seharusnya perdata. Namun diketahui kliennya di dakwa pasal 378 KUHP tentang penipuan. “Mestinya kasus ini perdata, bukan pidana,” singkatnya.

Reporter : jml
Editor : nr
Publisher : redaksi

REKOMENDASI UNTUK ANDA