by

Tantangan Dan Harapan Dalam Rakernas Peradi 2019 Di Kota Batu

BATU, BrataPos.com – Menjelang diselenggarakannya Rakernas ( Rapat Kerja Nasional) PERADI  tanggal 29-30 Maret 2019  di Kota Batu, sejumlah persiapan telah dilakukan. Kegiatan ini akan mengangkat issue bahasan, “Indepedent Auxiliary State Organ”.

Tak kurang 200 Advokat seluruh Indonesia akan mengikuti Rakernas yang akan dilaksanakan di Hotel Amarta Hill Batu Jawa Timur.

Issue yang diangkat sangatlah menarik dan pas untuk dikupas dan dibahas. Sebab, para peserta akan tau, apa yang terjadi dengan Organisasi Advokat (OA) Indonesia saat ini.

Pernyataan itu disampaikan wakil ketua umum DPN Peradi Imam Hidayat SH,MH. Dengan mengangkat tema tersebut, artinya OA sebagai lembaga negara Independent.

“Kalau diartikan lebih luas, dalam salah satu pertimbangan hukum putusan MK,  bisa bermakna kabur dan tidak jelas bentuk. Karena arah tujuannya apabila OA Indonesia yang ada Multy bar tidak lagi Single bar,” terang Imam pada Bratapos, Kamis 28/03/2019.

Kita ketahui saat ini, lanjutnya, jumlah OA Indonesia telah tumbuh dan berkembang begitu banyak. Ter up date,  saat ini hampir 20 jumlah OA yg lahir dan mendeklarasikan diri sebagai Organisasi Advokat.

Untuk itu ia menegaskan, lembaga negara harusnya tunggal tidak dalam jumlah majemuk. Karena hal itu akan menyulitkan controling, regulasi, perekrutan, pendidikan. Dengan telah keluarnya SEMA 73 tahun 2015, yg mengijinkan semua Pengadilan Tinggi untuk menyumpah calon Advokat yang diajukan OA. sehingga, tidak hanya Peradi, tapi ada banyak lembaga lainnya.

“Yang terbaru keluar SK Permenristekdikti No. 5 Tahun 2019. Disitu jelas aturannya bahwa yang mengeluarkan aturan Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) akan diselenggarakan dan dimasukkan dalam kurikulum Universitas di Indonesia.

Tentu hal ini akan mengebiri kewenangan OA yg sejak semula peyelenggarakan PKPA. Kemudian juga bertentangan UU No. 18 Tahun 2003 dan Putusan MK No. 95/PUU-XIV/2016, tegas Imam” .

Pria yang juga sebagai Ketua Organizing Committee Rakernas ini berharap, dalam Rakernas kali ini dapat mewujudkan satu Kode Etik dan Satu Dewan Kehormatan OA Indonesia.

Karena dengan begitu bisa menguatkan OA Indonesia dan menjaga marwah profesi advokat yg mulia (Officium Nobille). Selain itu, dapat mewujudkan kembali Single bar dalam arti standart profesi yang tunggal.

Reporter  :  Ardian

Editor       : Nr

Publisher : Redaksi

REKOMENDASI UNTUK ANDA