by

Karyawan Pabrik Cat, Nyambi Jualan Sabu Dituntut 8 Tahun

GRESIK, BrataPos.com – Disaksikan keluarga dalam persidangan. Anteng Prastyo (36) terlihat tertunduk lesu menyembunyikan wajahnya. Dia terlihat tak berani melihat keluarganya dalam persidangan. Selasa kemarin (26/3/2019).

Anteng langsung bergagas ke ruang tahanan Pengadilan, usai palu diketuk tandanya sidang selesai oleh majelis hakim Eddy. Warga Putat Jaya Punden 2/56-B, Rt.09 Rw.03, Kelurahan Putat Jawa, Kecamatan Sawahan, kota Surabaya itu, dituntut 8 tahun penjara.

Terdakwa tidak hanya menerima hukuman badan. Ia juga diminta untuk membayar 1 Miliar. Namun bila tidak sanggup membayar, diganti hukuman 6 bulan penjara.

“Terdakwa Anteng Prastyo terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melawan hukum. Ia memiliki menyimpan dan menguasai barang haram. Perbuatan terdakwa, sesuai dengan pasal 112 tentang narkoba,” kata Jaksa Nurul Istiana saat membacakan berkas tuntutan.

Kendati demikian, JPU mempunyai pertimbangan lain. Diantaranya, terdakwa sudah mengakui semua perbuatannya. Selama persidangan sopan. Terdakwa juga mengaku tidak akan mengulangi lagi perbuatannya.

IMG-20190328-WA0082

Sebelum palu diketuk oleh majelis hakim. Anteng memohon untuk memberikan keringanan hukuman pada dirinya. Pasalnya ia tulang punggung keluarga.

Sekedar diketahui, terdakwa berurusan dengan hukum pada hari Rabu (19/9/2018) lalu, beli sabu pada Canggil (DPO) seberat 6 gram. Lalu terdakwa membawa sabu ke kamar kost temannya di Jalan Granit Kumala Perum KBD, Desa Petiken, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik untuk memakainya.

Saat hendak memakai sabu, lalu polisi dari Polsek Driyorejo datang untuk dilakukan penggeledahan. Saat digeledah polisi menemukan sabu seberat 6 gram beserta seperangkat alat hisap sabu.

Reporter : jml
Editor : nr
Publisher : redaksi

REKOMENDASI UNTUK ANDA