by

Pembunuh Bocah Tuban, Dituntut 11 Tahun

GRESIK, BrataPos.com – Terdakwa Taufik Hidayat, saat duduk di kursi pesakitan hanya terdiam. Ia seakan-akan tidak punya nyali waktu dalam persidangan.

Bahkan Pemuda wajahnya yang penuh tato asal Tempuran, Karawang, Jawa Barat itu hanya tertunduk lesu dihadapan hakim. Ia tidak seperti waktu melakukan pengeroyokan yang terbilang sadis terhadap bocah asal Tuban hingga meninggal.

Namun pemuda pengangguran itu, menyesali perbuatannya. Bahkan ia memohon kepada majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Gresik, untuk memberikan keringanan hukuman pada dirinya. Bahkan, otak pengeroyok hingga meninggal itu, mengaku kapok. Tidak akan mengulangi perbuatannya lagi.

Hal itu disampaikan terdakwa, setelah jaksa penuntut umum (JPU) Febrian Dirgantara setelah membacakan berkas tuntutan. Jaksa meminta terdakwa dihukum 11 tahun penjara. Dikurangi dengan masa tahanan. Sebab, perbuatan terdakwa telah menghilangkan nyawa seseorang (korban, Red). Kemudian, juga meresahkan masyarakat.

Menurut Dirgantara, hukuman tersebut pantas didapat terdakwa. Sebab, pebuatannya terbilang sadis. Tidak punya perasaan dan rasa kemanusiaan. Mengingat, antara korban dan terdakwa juga saling kenal.

“Terdakwa dianggap melanggar pasal 80 ayat (3) UU Perlindungan Anak. Jadi pantas menerima hikuman, sesuai dengan perbuatannya,” kata Febrian.

Meski demikian, JPU mempunyai pertimbangan lain. Diantaranya, terdakwa sudah mengakui semua perbuatannya. Selama persidangan tidak pernah absen. Selalu hadir. Etikanya juga sopan. Terdakwa juga mengaku tidak akan mengulangi lagi perbuatannya.

Majelis hakim yang diketuai Rina meminta kepada terdakwa menyampaikan kepada penasehat hukumnya untuk membuat pembelaan secara tertulis.

Kemudian, dibacakan pada sidang pekan depan. Sebab, saat persidangan penasehat hukum (PH) prodeo dari Pos Bantuan Hukum (Posbakum) tidak hadir.

“Secara lisan sudah. Tapi nanti buat lagi secara tertulis melalui pengacaranya. Akan dilanjut pekan depan dengan agenda pledoi. Sidang dinyatakan selesai,” pungkas Rina sambil mengetuk palu.

Sekadar diketahui, terdakwa diseret ke kursi pesakitan karena telah melakukan aksi pengeroyokan terhadap seorang bocah asal Tuban. Saat beraksi terdakwa bersama dua temannya yang masih dibawah umur. Mereka disidang secara terpisah. Dan sudah divonis oleh hakim.

Reporter : jml
Editor : nr
Publisher : redaksi

REKOMENDASI UNTUK ANDA