oleh

KARYAWAN PT.DIZAMATRA TUNTUT PESANGON AGAR SEGERA DIBAYAR

Kab. Lahat, bratapos.com – Berdasarkan sumber BB.COM Warga Desa Kebur, Kecamatan Merapi Barat sangat marah kepada manajemen Perusahaan Listrik Tenaga Uap (PLTU) Keban Agung, yakni PT. Priamanaya Energi (PE) dan PT. Dizamarta.

Berdasarkan data yang dipercaya beberapa kali ratusan Warga Desa Kebur yang menjadi pegawai manajemen PLTU Keban Agung tersebut menggelar aksi di lokasi perusahaan untuk menuntut hak mereka namun sampai hari ini warga yang menjadi karyawan di PT .PE dan anak Perusahaan nya PT.DIZAMATRA
melakukan unjuk rasa hingga hari ini, Selasa di halaman Kantor Pemerintah Kabupaten Lahat.

warga yang menjadi karyawan di PT.DIZAMATRA 13.30 WIB. sampai di halaman Pemkab Lahat, Koordinator Aksi Tomi langsung berorasi dan menyuarakan dengan lantang meminta agar Bupati Lahat Cik Ujang. SH mendengar dan Memfasilitasi mengenai masalah yang dialami warga yang mendukungnya menjadi seorang Bupati.

Tomi yang dikuti semangat ratusan warga Desa Kebur ini, menuntut kejelasan soal pesangon yang sudah dijanjikan PT. Dizamatra anak perusahaan PT.PE. Bukan hanya itu, selama belasan tahun beroperasi PT PE tidak pernah memberikan CSR kepada masyarakat.

Dengan tegas dan cukup keras Tomi selaku Ketua aksi mengatakan apabila permasalahan yang mereka alami tidak kunjung selesai maka warga akan melakukan demo besar-besaran.

Bahkan warga tidak akan sungkan memblokade akses jalan yang dipakai oleh pihak Perusahaan bila mana Pesangon mereka tidak dibayar. Karena, perusahaan ini hanya memberikan janji janji saja, dan tidak pernah ada realisasinya. Jadi, aksi kami tidak akan berhenti apabila tuntutan kami tidak terealisasi.

Selain itu, lanjut Tomi, karyawan banyak diberhentikan (PHK) dengan cara sepihak. Maka pihaknya berharap agar permasalahan dapat ditengahi oleh Bupati Lahat dan jajajaranya karena ini Bumi Seganti Setungguan milik Bupati dan masyarakat Kabupaten Lahat.

Tak lama kemudian dari suara ratusan masyarakat tersebut, Bupati Lahat Cik Ujang SH berjalan kaki dari Pendopoan didampingi pengacara kondang Rusdi Hartono Somad SH, Kasat Pol-PP Herry Alkafi MSi dan para Ajundan serta didampingi empat Perwira Polres Lahat. Kabag Ops, Kasat Intelkam, Kasat Sabara, dan Kanit Provost Polres Lahat dan dijaga ketat oleh Anggota Polres dan Polsek Merapi, Lahat.

Dikerumunan ratusan massa, Bupati menegaskan, kesiapannya membuat janji kepada massa akan melakukan mediasi terkait persoalan yang tak kunjung selesai ini.

“Insya Allah, segera mungkin kami panggil pihak manajemen PLTU. Keban Agung guna membahas permasalahan yang dialami warga untuk mencari jalan keluarnya demi keadalian sesuai dengam aturan,” janji Cik Ujang.

Selepas bersuara dihadapan pendemo termasuk meminta daftar serta bukti dari permasalahan yang ada, Bupati yang baru beberapa bulan menjabat itu langsung memanggil perwakilan aksi dan Kepala Dinas Tenaga Kerja serta Kepala Dinas Lingkungan Hidup untuk menyelesaikan persoalan yang ada.

“Saya minta lima orang perwakilan warga untuk ke kantor, guna kita bahas persoalan baik pesangon, gaji dan soal PHK sepihak. Ayo.!!!! kita bahas masalah ini dengan kepala dingin, jangan sampai terbawa emosi,” ajak Bupati Lahat dengan logat kental nada Lahat penuh semangat.

Sementara, sebelumnya, informasi yang berhasil dikumpul media online ini, aksi yang dilakukan ratusan warga Desa Kebur Kecamatan Merapi Barat, Kabupaten Lahat, sebagai bentuk protes mereka terhadap PT Dizamatra anak perusahaan PT. PE yang selama ini, dinilai sudah bergerak belasan tahun tapi tidak menggeluarkan CSR terhadap masyarakat yang ada.

Tak hanya itu, informasi jg mengungkap perusahaan tersebut sering melakukan PHK secara sepihak, dan terkesan perusahaan berat untuk membayar pesangon para karyawan.

Reporter : Spd

Editing : Wo

Publisher : Redaksi

REKOMENDASI UNTUK ANDA