oleh

Ini Penjelasan Dinas Pendidikan Sampang, Adanya Oknum Mafia Proyek

Last updated: Minggu, 24 Maret 2019, 16:25 WIB

SAMPANG, BrataPos.com – Dunia pendidikan di Sampang tercoreng dengan adanya oknum mafia proyek, yang tidak bertanggung jawab. Dalam pemberitaan media online BrataPos.com sebelumnya, bahwa rehab gedung SDI Miftahul Ulum, desa Olor ditinggal begitu saja oleh kontraktor.

Kali ini, Dinas pendidikan memberikan jawaban dan menerangkan bahwa, tidak ada keterlibatan dari dinas pendidikan, dalam proyek pekerjaan APBN anggaran tahun 2018 yang belum terselesaikan, di Desa Olor Kecamatan Banyuates kabupaten Sampang.

M. Jupri Riyadi, S.Pd., SH Kepala Dinas menjelaskan melalui Kabid Pembinaan SD Mawardi, S.Pdbmengatakan, yang pertama saya menyesal atas kejadian ini. Saya di tegur keras oleh kepala dinas kenapa ini bisa terjadi.

“Untuk memberikan penjelasan bahwa di SDI Miftahul Ulum desa Olor, memang di tahun 2018 itu mendapatkan rehabilitasi untuk lima kelas, yang berasal dari dana APBN,” ungkapnya.

Jadi kalau sifatnya APBN, maka karena itu tidak masuk ke (KASDA) Kas Daerah langsung. Maka itu masuk ke rekening sekolah, lanjutnya. Minggu (24/03/2019).

Ach Mawardi kabid SD juga memberikan penjelasan, kemudian karena dana itu langsung masuk ke rekening sekolah. Maka kepala sekolah terkadang belum selesai perencanaanya bisa memulai.

“Nah kita di dinas pendidikan tidak bisa mengontrol seperti halnya kegiatan DAU dan DAK. Kalau DAU dan DAK kita bisa mencegat pencairan berikutnya, ketika tanpa adanya progres mencapai aturan yang ada. Sehingga kita tidak akan memberikan rekomendasi untuk pencairan berikutnya,” jelasnya.

Namun pencairan itu sudah ada di rekening sekolah secara keseluruhan. Kapanpun bisa dikerjakan oleh kepala sekolah, imbuhnya.

Saat kami tanya tentang adanya oknum yang tersangkut dalam masalah ini beginilah jawabannya. Kami terhadap si (UL) ini tidak pernah komunikasi dengan pihak dinas.

“Memang setelah kita selidiki, ternyata ada keluarganya, yakni Sukwan di Dinas Pendidikan atas nama (SD) inisial, yang merupakan sukwan bagian perencanaan. Jadi sekali lagi saya tegas, keluarganya ini yang ikut-ikut dan mengakui saya orang dinas,” terangnya Ach Mawardi.

Sehingga ini (UL) orang luar yang tidak pernah diberikan rekomendasi dari kami yang berakibat seperti ini. Jadi tidak ada orang dinas yang ikut terlibat dalam kasus ini.

“Kepengawasan kami kurang efektif. Ya, karena tadi, kita tidak mengetahui atas pencairanya,” pungkasnya.

Reporter : tim
Editor : jas
Publisher : redaksi

REKOMENDASI UNTUK ANDA