by

Lagi-lagi Dunia Pendidikan Sampang, Digoyang Mafia Proyek

SAMPANG, BrataPos.com – Sangat teramat miris dan ironis, ketika pendidikan di Kabupaten Sampang digunakan alat untuk mencari keuntungan pribadi.

Salah satunya, tidak jelasnya kelanjutan Rehabilitasi gedung sekolah SDI Miftahul Ulum, Desa Olor, kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang, membuat ratusan siswa di sekolah tersebut akan memperpanjang masa menumpang untuk belajar di tempat lain.

Bukti hasil dari monitoring BrataPos.com tidak terlihat pekerjaan pembangunan gedung sekolah, yang berada di Desa Olor Kecamatan Banyuates. Hal itu seakan-akan dibiarkan begitu saja, terbengkalai.

Sehingga setiap ruangan kelas tidak bisa di tempati. Dana tersebut, dari APBN pemerintah provinsi jatim senilai Rp 308.281.447 rehabilitasi ruang kelas SDI Miftahul ulum Desa Olor, kecamatan Banyuates anggaran tahun 2018.

Yang sangat di sesali, pekerjaan tersebut terbengkalai. Sehingga siswa/anak didik di sekolah tersebut proses belajarnya terganggu. Dikarenakan ruang kelas meraka, masih amburadul terlihat di lokasi sudah di bongkar tapi tidak ada perbaikan.

Saat kami temui kepala sekolah SDI Miftahul Ulum Moh. Duhri S.pd menjelaskan bahwa, ada orang ketiga yang dengan sengaja membiarkan pekerjaannya terbengkalai.

“Sebenarnya saya tidak tahu, dan kami tidak mengajukan apapun. Tapi tiba-tiba seorang oknum menawarkan kalau ada rehabilitasi ruang kelas,” katanya.

Ya, karena memang sekolah ini butuh di rehab, lanjut dia, saya setuju dengan tawaran oknum ini.

“Tapi kenyataannya tidak seperti apa yang kita harapkan. Setelah di bongkar dan di biarkan begitu saja,” keluhnya.

Moh Duhri S.Pd menambahkan Jum’at (22/03/2019). Padahal semua dana tersebut sudah dicairkan. Dan Dohri yang diminta untuk mencairkan. Semua sudah dicairkan mas dan saya yang di suruh untuk mencairkan dana itu.

“Tapi setelah cair uangnya langsung diambil dari tangan saya di Bank BRI oleh oknum ini,” ujarnya.

Saya tidak tahu pekerjaan ini asal muasalnya dari mana, setelah kami hubungi oknum tersebut, mengatakan.

“Iya pak, akan kami selasaikan. Tapi tidak bisa mengirimkan bahan. Karena terkendala hujan,” dalihnya kata Duhri kepsek menirukan apa yang oknum tersebut sampaikan padanya.

IMG-20190323-WA0039

Sampai sekarangpun pekerjaan tersebut belum ada kepastian. Karena anak didik kami tidak ada tempat untuk proses belajar.

“Jadi kami, meminta warga untuk bisa memasang genteng yang sudah di bongkar, supaya ruang kelas bisa di pakek lagi,” keluhnya. Moh Duhri S.Pd.

Terpisah, Pembina Dari Generasi Peduli Negeri (GPN Sampang) H. Dawam Hariri. Terbengkalainya Pekerjaan Rehabilitasi 5 ruang kelas di desa Olor, kecamatan Banyuates dengan biaya yang cukup besar, itu sungguh sangat keterlaluan sekali.

“Pekerjaan itu, di anggaran tahun 2018. Tapi Tahun 2019 masih belum selesai, bahkan masih bisa dikatakan 15 persen pengerjaannya. Ini perlu pengawalan serius dari semua pihak, khususnya kepolisian dan kejaksaan agar pekerjaan ini segera diselesaikan, kasian adik-adik yang bersekolah disana, harus belajar ditempat yang tidak seharusnya,” katanya.

H Dawam Hariri menambahkan, bahkan kami menduga kuat ada dugaan korupsi disana. Insyaallah kami, GPN akan segera mengirim surat laporan ke Polres/Kejaksaan Negeri Sampang.

Bustomi Dari Ormas Bela Negara juga berkomentar keprihatinannya terhadap murid-murid disana, harus menjadi korban oknum yang tidak bertanggung jawab.

“Saya sangat prihatin dengan keadaan sekolah SDI Miftahul Ulum di desa Olor. Adik-adik menjadi korban kebejatan mafia proyek, yang untuk kepentingan pribadinya, harus korbankan dunia pendidikan yang ada di desa Olor,” ujarnya.

Kemana Dinas Pendidikan Sampang selama ini, terkesan melindung rekanan nakal (mafia). “Saya kira ini ada dugaan keterlibatan oknum Disdik Sampang,” katanya Bustomi sambil minum segelas kopinya.

Reporter : tim
Editor : jas
Publisher : redaksi

REKOMENDASI UNTUK ANDA