by

Puncak Grand Final Miss Global Surabaya Fitriya Islamiyah Berharap Doa Dan Dukungan Masyarakat Surabaya

Surabaya, Bratapos.com – Fitriya Islamiyah yang sering dipanggil “FIFI” lahir di Gresik 27 April 1994 anak pertama dari 6 (enam) bersaudara. Sejak kecil bakat dan minat peserta Miss Global Surabaya ini dan sering mengikuti ajang bakat seperti Tes Fashion Show dan Ajang Model, Miss Global Surabaya yang cantik ini sempat terhenti karena masalah ujian sekolah dan penempatan pekerjaan di Semarang selama 1 1/2 tahun di PT Bank Tabungan Negara (Persero) setelah adanya perpindahan domisili di Surabaya, akhirnya meminta pengajuan pinda kerja di Surabaya dan mulai aktif lagi dalam ajang model pada Bulan Agustus 2018.

Gadis kelahiran dari Gresik ini telah mengambil Kuliah di Universitas ternama yang ada di Surabaya dan mengambil Jurusan Adminitrasi Negara di Universitas  Negeri Surabaya, setelah Lulus tahun 2015 dia mencoba peruntungannya bekerja di PT. Bank Tabungan Negara (Persero). tbk, sebagai Customer Service

Saat di Jumpai oleh Reporter Bratapos.com di kediaman rumahnya, mengatakan ” Motivasi saya di Miss Global Surabaya yaitu ingin menunjukan kepada masyarakat bahwa perempuan itu bukan hanya akan menjadi ibu rumah tangga, tapi mereka itu juga bisa berkarir dan berkarya, dan dirumahpun mereka masih tetap bisa membuat ide kreatif yang nantinya mereka bisa membuat sebuah usaha dan menciptakan lapangan pekerjaan yang tentunya bisa mengurangi angka pengangguran, ungkapnya”.

Bagaimana langkah saya bisa menjadi finalis di miss global Surabaya?
Pertama saya mengikuti bapak penyisihan pada tanggal 3 maret 2019 di BJ Junction Surabaya melalui tes wawancara, interview, wawasan, kemudian bakat dan cat walk. Dari banyaknya peserta ada 40 peserta terpilih yang akan maju kebabak semifinal dari 40 peserta tersebut akan dipilih 15 peserta untuk menuju grand final pada tanggal 23 maret 2019 dan saya termasuk di dalamnya yang akan diselenggarakan pada pukul 18.00 Wib lokasi The Central Mall Gunawangsa Tidar Surabaya.

Mengapa saya melakukan hal ini?
Karena dorongan dari diri saya sendiri, “sebab saya tipe orang yang tidak mau diam dengan stack ini saja, saya lebih senang memotivasi diri sendiri dengan berkata saya pasti bisa”, karena saya berfikir kalau ada kemauan pasti ada jalan. Tujuan utamanya tetap untuk membanggakan orang tua dan orang-orang sekitar yang selalu mendukung dan mendoakan saya, Imbuhnya “.

Reporter : Rendra/Linggar

Editing : Wo

Publisher : Redaksi

REKOMENDASI UNTUK ANDA