by

Hoho Hihe Gadis Dibawah Umur, Pemuda Turirejo Dituntut 10 Tahun

GRESIK, BrataPos.com – Terdakwa Nurcholis alias Dasimin. Kasus persetubuhan, pada korban RYK yang masih dibawah umur. Kini kembali jalani sidang di Pengadilan Negeri (PN) Gresik, Rabu (20/3/2019).

Pemuda 23 tahun asal dusun Lempung, Rt.004 Rw.001, desa Turirejo, Kecamatan Kedamean, Kabupaten Gresik itu, harus banyak-banyak berdoa.

Pasalnya, sidang yang diketuai oleh majelis hakim Eddy itu. Jaksa Penuntut Umum (JPU), Aditya Budi Susetyo dari Kejaksaan Negeri Gresik menuntut sepuluh tahun penjara.  Nurcholis, terlihat tertunduk lesu ketika mendengarkan surat tuntutan Jaksa.

Dalam berkas tuntutannya JPU. Terdakwa telah melakukan persetubuhan pada korban, secara bergilir dengan temannya, yang sampai sekarang masih daftar pencarian orang (DPO).

Nucholis bersama 3 temannya melakukan persetubuhan pada hari Selasa 25 September 2018 lalu. Nurcholis melakukannya di persawahan di desa Tanjung, Kecamatan Kedamean, Kabupaten Gresik.

Hoho Hihe Gadis Dibawah Umur, Pemuda Turirejo

JPU meyakini bahwa, kelakuan terdakwa secara sah bersalah melawan hukum, melakukan tindak pidana persetubuhan. JPU meminta pada hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini, agar memutus sesuai dengan perbuatannya.

“Atas perbuatan terdakwa, sebagaimana yang telah di atur dan diancam pidana dalam pasal 81 ayat (1) UU N0.35 tahun 2014 tentang perubahan UU N0.23 tahun 2002 tentang perlindungan anak. Menuntut terdakwa selama 10 tahun penjara,” ucap Aditya dihadapan persidangan.

Terdakwa tidak hanya menerima hukuman badan. Ia juga didenda uang sebesar 200 juta. Namun bila tidak sanggup membayar. Maka diganti dengan penjara enam bulan.

Sebab lanjut Aditya, atas kelakuan terdakwa itu, telah merusak masa depan RYK sebagai korban. Tidak hanya itu, perbuatan terdakwa meresahkan masyarakat. Sehingga, tuntutan yang diterima oleh Nurcholis sudah sesuai dengan perbuatannya.

Kendati demikian, Adit menilai selama ini terdakwa kooperatif, sopan dalam persidangan. Kemudian, berterus terang mengakui kesalahannya.  Selanjutnya, terdakwa juga belum pernah dihukum. Selain itu, terdakwa sudah ada santunan kepada korban sebesar 45 juta.

Majelis Hakim Eddy yang memimpin sidang, memberikan waktu pekan depan dengan agenda putusan. Dengan mengenakan rompi orange, terdakwa keluar ruang sidang dengan kawalan petugas.

Reporter   : Jml

Editor      : Nurdiana

Publisher : Redaksi

REKOMENDASI UNTUK ANDA