by

Ketua GPPKP Angkat Bicara Terkait  Jembatan Rajang

PALEMBAYAN SUMATERA BARAT,  BrataPos.com – Jembatan bambu yang Penghubungkan dua kampung, yakni Kampung Duku dan Kampung Piladang bawah, Jorong Piladang, Nagari Ampek Koto Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat dalam kondisi sungguh sangat  memprihatinkan.

Jembatan itu terbuat dari bambu’ dalam keadaan hampir lapuk dan berbahaya ‘ untuk di lewati warga setempat. Kondisi jembatan di perkiraan sudah bertahun- tahun sampai saat sekarang ini masih belum ada tanda- tanda  perubahan.

Terlihat di Vidio ini salah seorang Caleg DPRD Agam dapil ll  Kecamatan Palembayan/Ampek Nagari Lenny Hukriyanti (Srikandi GPPKP) mengunggah Vidio ini pertama ke WAG Kampuang Tacinto  “Gerakan Pemuda Peduli Kecamatan Palembayan (GPPKP)”,  di duku memacu adrenalin.

Sekalian coba meniti rajang jalan alternatif masyarakat duku untuk pergi ke sawah ladang mereka,” Komentarnya.

Kami sebagai Ormas Gerakan Pemuda Peduli Kecamatan Palembayan (GPPKP) sangat berharap kepada pihak terkait Wali Jorong Piladang, Wali Nagari Ampek Koto  dan Camat Palembayan bisa segera memberikan laporan (Menyurati) ke Pemda Agam atau ke Anggota Dewan untuk segera dapat di perbaiki jembatan tersebut .

Dengan selayak mungkin tampa ada kekewatiran masyarakat nya untuk melewati lagi. Bayangkan, kalau masyarakat membawa asil pertaniannya melintasi jembatan tersebut.

Untuk melewati diri sendiri saja sudah begitu bergoyangnya jembatan tersebut dan kondisi bambu untuk penyambung jembatan itu saja diduga sudah tidak bagus lagi di karenakan sudah memakan usia (Lapuk).

Di tanbahkanya lagi Lebih kurang  115 Orang Warga kampung duku lurah dalam Jorong Piladang Nagari Ampek koto Kecamatan Palembayan masih terisolasi akibat jembatan gantung sebagai akses transportasi  dalam kondisi darurat.

Walau sudah sering di usulkan kabarnya perbaikan ke pemerintahan namun belum ada perhatian sampai saat ini. (Sabtu, 16 Maret 2019), ujar ormas GPPKP.

Sementra itu penuturan camat kecamatan Palembayan kabupaten Agam Sumatera Barat sahat di konfirmasi senin 18/3/2019 pukul 17:00 Wib melalui (Whatsapp) nya.

Kampung lurah dalam tercatat 35 (Kk) 127 jiwa kampung lurah dalam berjarak  1,5 km bisa di lalui kendaraan roda 2 (dua) serta roda 4 (empat) 500 meter sebagian besar telah di cor oleh pem Nagari.

Di tambakan jembatan rajang bukan akses ke pemukinan tetapi akses ke pertanian serta akses sawah masyarakat. Dan musyawarah Nagari Jorong Piladang, belum di prioritaskan masyarakat untuk pembangunan, jembatan yang di prioritaskan jalan-jalan ke jabatan, untuk Jorong Piladang telah di prioritaskan, sbb.

Tahun :2017 Dam jalan Duku

Tahun :2018 jalan simpang Piladang

Tahun ;2019 irigasi Pansiagan, ujar camat

Sementara itu penuturan Wali Nagari Ampek Koto  melalui (Whatsapp) nya sahat di konfirmasi selasa 19/3-2019 pukul 12-47 Wib mengatakan. Untuk jembatan rajang uku itu “memang belum ada perbaikan dari pemerintah karena di Nagari tentu berdasarkan usulan dengan musyawarah jorong, musnah musrembang, tapi masyarakat belum mengusulkanya untuk itu dan kita juga pembfisik belum terpenuhi semua.

Mudah-mudahan secara bertahap baru bisa di lasanakan “ya” mohon maaf kalau kami belum bisa lagi sahat sekarang untuk rajang tersebut’ namun kami ngusulkan ke pihak lain yang bisa mengagarkan”.

Reporter              : Ujar wali

Editor                    : Nr

Publisher            : Redaksi

REKOMENDASI UNTUK ANDA