by

Terkait Bencana Banjir Bandang di Sentani, Ketua LSM WGAB dan BARAPEN Provinsi Papua Angkat Bicara

JAYAPURA, BrataPos.com – Banjir bandang, merupakan salah satu bencana yang cukup sering terjadi di Indonesia. Banjir, bencana yang terjadi akibat Luapan Air sungai yang keluar.

Pasalnya, debit air sungai yang membesar melampaui kapasitas sungai, terjadi dengan cepat melanda daerah-daerah rendah permukaan bumi. Di lembah sungai-sungai dan cekungan-cekungan, biasanya membawa debris dalam alirannya.

Seperti yang terjadi di Wilayah sentani Kabupaten Jayapura. Hingga menelan korban jiwa puluhan orang dan ratusan orang luka-luka.

Menanggapi hal tersebut, Ketua LSM Barisan Rakyat Peduli Nusantara (Barapen) Provinsi Papua, Edison Suebu bersama Ketua LSM Wadah Generasi Bangsa (Wgab) Yeri Basri Mak angkat bicara. Senin (18/03/2019).

Edison Suebu mengatakan, kurangnya perhatian pemerintah terhadap lingkungan, baik di wilayah hutan yang ada di seputar gunung Ciclop.

“Hal ini, bisa diduga menjadi penyebab terjadinya banjir bandang di 9 kelurahan yang ada di wilayah Sentani Kabupaten Jayapura,” ucapnya.

Menurut Edison, sungai yang baik adalah di sekitarnya terdapat area serapan air. Serapan air ini, ditumbuhi dengan tanaman ataupun struktur tanah, khusus yang dapat menyerap air dengan baik.

Namun terlihat di wilayah tersebut, justru di beri ijin bangunan yang jelas menyalahi aturan. Dimana seharusnya wilayah tersebut adalah sebagai daerah serapan air.

“Dalam hal ini, kami meminta agar pemerintah terkait agar lebih teliti. Serta mengevaluasi dalam pemberian ijin IMB. Agar tidak membangun di wilayah resapan air,” tegasnya.

Hal yang sama disampaikan oleh ketua LSM Wadah generasi bangsa (WGAB) Yeri Basri Mak. Pihaknya menilai bahwa, pemerintah daerah khususnya pemerintah kabupaten Jayapura kurang serius.

“Seharusnya, penanganan dalam mengantisipasti akan terjadinya bencana, biasa teratasi. Baik dalam pemberian ijin membangun hunian di wilayah resapan air,” jelas Yeri.

Lanjut Yeri, ia berharap agar pemerintah harus lebih serius menanggapi kejadian banjir bandang yang telah terjadi saat ini. Agar kedepannya, segera menata pembali wilayah-wilayah yang tidak layak untuk menjadi wilayah hunian jangan di beri ijin.

“Serta segerah memperbaki area saluran air. Agar jika terjadi hujan, tidak menimbulkan suatu bencana yang serius. Hingga memakan korban jiwa yang begitu banyak,” bebernya.

Yeri juga berharap akan kesadaran masyarakat. Agar jangan membuang sampah di daerah aliran sungai. Sehingga tidak mengakibatkan pendangkalan di sugai.

“Serta penyumbatan pada drinase. Sehingga mengakibatkan luapan air ke wilayah pemukiman warga,”ctutup Yeri.

Reporter : PR
Editor : jas
Publisher : redaksi

REKOMENDASI UNTUK ANDA