oleh

Hidrosefalus Gerogoti Aril Ardiansah

Last updated: Minggu, 17 Maret 2019, 16:01 WIB

KENDAL, BrataPos.com – Aril Ardiansah, bocah laki-laki berusia 3 tahun, putra pertama dari pasangan Ahmad Safii dan Hidayatul Ulfa, warga Kelurahan Bandengan Kecamatan Kota Kendal Kabupaten Kendal Jawa Tengah, hanya bisa tergolek lemah di atas tempat tidurnya.

Ironisnya, Aril bersama kedua orang tuanya, hanya yang beralaskan papan tanpa kasur, akibat dari penyakit Hidrosefalus yang dideritanya.

Diketahui penyakit Hidrosefalus (hydrocephalus) adalah kondisi penumpukan cairan di dalam otak yang mengakibatkan meningkatnya tekanan pada otak. Arti harfiah dari penyakit ini adalah “air di dalam otak.”

Cairan serebrospinal biasanya mengalir melalui ventrikel dan menggenangi otak dan tulang belakang. Jika tekanan cairan serebrospinal terlalu banyak, maka jaringan otak akan rusak dan menyebabkan gangguan dalam fungsi otak.

Ditemui di rumah kontrakannya, Minggu (17/3/2019), Ahmad Safii mengatakan bahwa Aril Ardiansah pada saat dilahirkan dalam kondisinya normal, namun setelah usia 3 bulan kepalanya mulai mengalami pembesaran.

Kepalanya memang tidak begitu besar namun kakinya terlihat kecil dan belum bisa bicara serta kalau mau minta minum atau makan hanya bisa berteriak-teriak saja, bahkan kedua tangannya tidak bisa bergerak sempurna.

Ahmad Safii juga menuturkan bahwa dirinya sudah berusaha mengobati Aril dengan memeriksakannya ke Puskemas dan selanjutnya dirujuk ke Rumah Sakit dr. Karyadi Semarang. Dari hasil pemeriksaan laboratorium, Aril dinyatakan positif mendirita Penyakit Hidrosefalus.

Ahmad mengatakan bahwa dirinya sangat ingin anaknya bisa berobat dan sembuh dari penyakit yang dideritanya namun karena kondisi ekonomi yang tidak memungkinkan, menjadikannya kendala yang sangat sulit bagi dirinya.

“Saya hanya nelayan kecil. Sedangkan istri saya bekerja serabutan dengan penghasilan yang tidak tentu. Untuk bisa berobat ke rumah sakit secara rutin. Kami terkendala dengan keterbatasan dana. Penghasilan kami hanya cukup untuk makan sehari-hari. Aril juga belum punya kartu BPJS,” papar Ahmad.

Pada kesempatan tersebut Safii menyampaikan harapannya, semoga ada dermawan yang mau mengulurkan tangan, untuk membantu biaya pengobatan Aril.

Reporter : Adg/desy

Editing : zai

Publisher : Redaksi

REKOMENDASI UNTUK ANDA