by

PROGRAM BPNT DESA BRINGIN-TAMBELANGAN DIBAGI RATA, DIDUGA TERINDIKASI ADA PENYIMPANGAN

SAMPANG, BrataPos.com – Selasa (12/03/2019). Bantuan Pemerintah Kabupaten Sampang, kepada warga kurang mampu dalam bentuk beras sejahtera (rastra) sudah di hentikan.

Program ini, diganti dengan program lain yang disebut Bantuan Pangan Non-Tunai atau disingkat BPNT. Dalam hal ini, di desa Bringin kecamatan Tambelangan Kebupaten Sampang, BPNT oleh Kades Bringin di bagi rata pada masyarakat yang tidak mendapatkan BPNT.

Informasi yang di dapat BrataPos.com BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai). Bantuan berupa barang yang di juknis itu hanya berupa “beras dan atau telur” (lain dari itu tidak boleh) dengan nilai bantuan perbulannya 110 ribu per penerima, seharusnya diasumsikan.

Dengan harga beras premium per penerima akan mendapat beras 10 kilo gram (kalo hanya berupa beras).

Saat ini yang diterima adalah untuk 2 bulan yaitu bulan 11 dan 12 tahun 2018. Kalau perbulan 10 kilo gram. Maka penerima harusnya dapat 20 kilo gram.

Jadi harusnya, kalau akan dibagi rata penerima akan mendapat 10 kilo gram. Karena jumlah penerima lebih dari separuh jumlah KK di desa Beringin.

Dia, (kades) mengatakan sudah mendapatkan persetujuan dari masyarakat, ataupun tokoh masyarakat yang sudah menandatangani surat persetujuan tersebut.

Beberapa kalangan masyarakat tidak mengatahui, kalau ada pemerataan BPNT. “Ea mas saya dapat 5 kilo gram beras, dan baru kali ini mendapatkan ini,” jelasnya (AT) anisial.

Saya lihat di desa lain ada telur, ada minyaknya. Disini tidak ada hanya beras saja.

“Kalau adanya pemerataan, saya kurang tahu juga mas. Yang pasti sekarang saya hanya dapat beras 5 kilo gram, itu saja,” katanya minggu (10/03/2019).

Dari tempat lainnya MS (warga) membenarkan adanya pemerataan BPNT, namun ada yang perlu masyarakat ketahui MS menjelaskan. Iya mas diratakan oleh Kades. Tapi bantuan tersebut, dironya menilai tidak tepat sasaran.

Bahkan yang tidak mampu yang seharusnya dapat. Namun mirisnya malah tidak dapat. Maka dari itu, kepala desa punya kebijakan pemerataaan BPNT tersebut, supaya tidak ada kecemburuan sosial.

“Itupun harus melalui persetujuan perangkat desa, atau tokoh masyarakat untuk dibagi rata,” katanya.

Saat kami konfirmasi Kepala Desa (Fusilan) Beringin melalaui via telepon. Pihaknya menjelaskan, iya mas memang benar. Tapi saya melakukan tidak semerta-merta kemauan saya.

“Semua sudah ada persetujuan dari penerima manfaat, dan berinisatif untuk bermusyawarah dengan tokoh-tokoh masyarakat, DPD, dan perangkat desa. Supaya dapatkan keputusan, bahwa bantuan itu dibagi rata,” elaknya.

Reporter : tim
Editor :
Publisher : redaksi

REKOMENDASI UNTUK ANDA