by

Dishub Gresik, Adakan Acara Forum OPD

GRESIK, BrataPos.com – Untuk mewujudkan pelayanan yang baik pada masyarakat. Dinas Perhubungan Kabupaten Gresik, telah menyelenggarakan forum organisasi perangkat daerah (OPD) se-Kabupaten Gresik. Pada hari Senin, (11/3/2019).

Acara tersebut, diselenggarakan di aula Kantor Dinas Perhubungan. Jalan Lamongan Terminal Bunder Gresik.

Kegiatan tersebut, dibuka langsung oleh Dinas Perhubungan, Nanang Setiawan. Terlihat juga Dishub Provinsi Jawa Timur.

Selain itu, hadir juga anggota DPRD Gresik Komisi II Solehudin. Tidak hanya itu, ketua LSM LPB Novantoro terlihat di ruang rapat, dan pengelola parkir, serta Instansi terkait lainnya.

Dalam kegiatannya, disampaikan beberapa paparan, diantaranya tentang rancangan-rencana kerja Dishub Tahun 2020 yang disampaikan oleh Kadishub.

Selain itu, juga pemaparan tentang Implementasi UU 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, Bidang Perhubungan. Untuk mewujudkan sinergitas program.

Rapat  Forum Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Dinas Perhubungan Kabupaten Gresik, menjadi momentum yang penting dan sangat di perlukan oleh seluruh jajaran Dinas Perhubungan Kabupaten Gresik.

Sebab melalui forum ini, akan di evaluasi upaya-upaya yang telah dilakukan, maupun masalah-masalah yang dihadapi dalam rangka memantapkan komitmen, serta tekad dan semangat.

Dalam rapat yang dilaksanakan ini, ada beberapa hal yang perlu di perhatikan dan menjadi pokok pembahasan, yakni pertama langkah-langkah untuk mengatasi parkir di Alun-Alun yang menjadi keluhan masyarakat.

Sempat diberikan kesempatan, untuk memberikan aspirasi atau keluhan yang dialami oleh pengelola parkir. Dirinya mengeluh terkait naiknya parkir yang sangat signifikan. Awalnya 25 persen, namun sekarang sudah naik 100 persen.

“Ini tidak adil buat saya. Jangan hanya pada rakyat kecil yang dinaikan tarifnya. Kalau memang mau dinaikan semu, jadi adil,” katanya dengan suara lantang.

Dishub Gresik, Adakan

Menanggapi keluhan pengelola parkir yang dinilai tidak adil. Kadishub Gresik, Nanang Setiawan untuk tarif sepeda motor selama ini masih 2 ribu.

“Menurut saya itu masih normal di Kabupaten Gresik, mengingat pada Surabaya dan Sidoarjo untuk sepeda motor 3 ribu,” katanya.

Dia tidak menampik, masih ada oknum jukir yang nakal. Namun dirinya menegaskan, bila tidak diberi karcis parkir.

“Pihaknya tidak akan segan-segan untuk memberikan tegasan,” kata mantan Kabag Umum Kabupaten Gresik.

Memang saat ini, pihaknya kesulitan untuk menampung parkir di area alun-alun. Karena dengan pertubuhan ekonomi, masyarakat semakin banyak memiliki kendaraan.

Satu-satunya jalan untuk mengatasi parkir di area alun-alun. Saya akan mengajuka ke pak bupati rumah dinas di belakang puskesmas akan dijadikan lahan parkir.

“Tapi apakah nanti disetujui oleh pak bupati atau tidak. Saya akan mengajukan ke pak bupati,” jelas Nanang.

Sementara, ketua LSM LPB Novantoro mengatakan, dirinya mengucapkan terima kasih pada Kadishub yang dilibatkan dalam rapat forum OPD untuk dirembuk bersama.

Pasalnya selama ini pihaknya, banyak data yang masuk dan kebanyakan masyarakat mengeluh terkait parkir sembarangan.

“Dia juga senang khusunya Dishub. Lantaran setiap laporan selalu ditindak lanjuti. Saya berharap pada OPD yang lain seperti itu,” katanya.

Pihaknya juga tidak menampik, ada juga laporan yang sampai saat ini belum direpon. Seakan-akan tutup mata. Seperti Dinas Pekerjaan Umum (PU) melalui bu Dyiannita.

“Kami pun melaporkan ke Kejaksaan. Pasalnya tidak ada tanggapan terkait laporan saya di PU,” sambung Novan.

Reporter              : Jml

Editor                  : Nr

Publisher            : Redaksi

REKOMENDASI UNTUK ANDA