by

DPP LSM Brantas Gruduk Kantor Bupati Muaro Jambi

JAMBI, BrataPos.com – DPP LSM brantas bersama masyarakat muaro Jambi lebih kurang 100 orang  mendatangi kantor bupati Muaro Jambi menuntut janji- janji Bupati Muaro Jambi HJ. MASNAH BUSRO, SE (04/03/2019).

Sedikitnya ada 4 tuntutan  lsm brantas mewakili masyarakat Muaro Jambi. Marzuky. Z. Ketua umum DPP LSM Brantas saat di komfirmasi Bratapos.com mengatakan” kami dari lembaga swadaya masyarakat BRANTAS mewakili masyarakat muaro Jambi ingin mempertanyakan kepada bupati beserta jajarannya mengenai tuntutan yang kami berikan.

Tuntutan yang pertama. Kami meminta bupati Muaro Jambi agar lbh efektif dalam infrastruktur dalam pembangunan daerah. Karna kami telah croscek  kelapangan terlalu banyaknya jalan yang di kategorikan rusak parah.

Yang kedua , kami meminta kepada bupati agar menekankan kepada dinas terkait untuk bantuan bansos seperti dana PKH  yang saat ini kami temui di lapangan tidak tepat sasaran. Banyaknya warga yg tidak mampu malah tidak mendapatkan bnatuan PKH  tersebut , begitu juga sebaliknya keluarga yang mampu malah menjadi penerima bantuan PKH  tersebut.

Yang ke tiga, kami mewakili masyarakat Muaro Jambi dalam aksi ini. Kami meminta agar bupati membenahi rumah sakit umum daerah AHMAD RIPIN Muaro Jambi agar melayani pasien lebih efektif.  Meskipun pasien tersebut dari kalangan masyarakat tidak mampu .

 Karena yang kami lihat pelayanan rumah sakit ini sangat amburadul dan terkesan acuh terhadap masyarakat kecil. Yang ke empat, kami meminta kepada bupati Muaro Jambi agar membuat kebijakan 50% perusahaan yang berdomisili di kabupaten Muaro Jambi agar mempekerjakan masyarakat Muaro Jambi . Karena setelah kami croscek kelapangan banyak nya perusahaan di Muaro Jambi ini dan pekerjanya kebanyakan dari luar daerah.

Kami dari LSM brantas sangat menyayangkan bupati Muaro Jambi yang terkesan kurang memperhatikan rakyatnya. ” pungkasnya.

Reporter              : Amri Kusuma

Editor                   : Nr

Publisher            : Redaksi

REKOMENDASI UNTUK ANDA