oleh

Berkasus Korupsi dana ADD dan DD ( Kepala Desa Karang wotan ,Pucak wangi Kab Pati lenggang kangkung adem -adem saja)

(Last Updated On: Selasa, 12 Maret 2019)

PATI , Bratapos.com – Berdasar keterangan tokoh masyarakat marwi ,  serta Agus petik  bahwa jelas selama ini Kades karangwotan Zaenal arifin alias toyo  , menggelapkan dana yang bersumber dari ADD dan tak disalurkan kepada posnya.

Keterangan Marwi toloh masyarakat karang wotan aat di Tanya wartawan  Bratapos.com ‘ bahwa selama ini  yang disimpangkan  tidak hanya itu melainkan semua pos pos wajib dan pos sosial , seperti  dana bantuan guru Guru TPQ , Dana bantuan beberapa masjid  dukuhan  karangampo, kopek , wotan dan gerot juga ditilep  , juga  ada yang menarik  retribusi pasar , pungutan swadaya untuk aspat wotan kidulan  juga diembat kepala desa karangwotan ini ” kata Aris tokoh masyarakat karangwotan yang paling kentara  Dana alokasi pembangunan.

Laporan juga tidak  dialokasikan secara tepat sasaran , namun di korupsi dan pengadaan tanah belum terbayarkan sekitar Rp 35 juta sesuai bestek sehingga menimbulkan kegaduhan pemuda , melalui juru bicara pemuda  pemuda karangwotan melakukan demo ke balai desa menuntut agar oknum KADES yang sudah mangkir dari panggilan polisi karena rentetan perkara ini di seret  yang berwajib dan ditetapkan tersangka.

Di dukuh Jangglengan  yang seharusnya terealisasi pembangunan talud pun tertunda karena uangnya disabot oknum Lurah ini,warga jangglengan  karangwotan menjelaskan” bahwa belum ada sentuhan pembangunan rabat beton sebagaimana RAB yang di Musrenbang kan ( keterangan Rabu 2/1 jam 15.30 0 kontributor Langsung datang kelokasi – bahwa ketika hujan  tiba jalan becek becek dan rusak parah.

Terpisah ketua TPK desa karangwotan julianis melalui Wasup  dihubungi Media  dirinya mengatakan tidak tahu masalah tersebut dan disuruh langsung mepertanyakan kepada Pak lurah secara langsung .saat disinggung mengenai kendala apa yang terkadi  ( JN) ini pun berkelit menutupi lagi agar kami menanyakan saja langsung kepada Pak  ZA sebagai penanggung jawab semua Proyek baik sarana  fisik  dan sarana lainnya ,dan mengatakn dia tidak terlibat dalam hal itu  karea  begitu uang    turun mengucur  , langsung diminta oleh pak kepala desa semuanya , sehingga secara administrtif ke depan  pemerintahan  karangwotan terhambat – bahkan selama  empat bulan kepal desa ZA ini tidak pernah ngantor atau Pulang kerumah.

Setelah kami selidiki belakangan di ketahui bahwa  Dana desa yang dialokasikan dalam termin ini sekitar 200 juta , rencananya dialokasikan untuk Talud  dukuh njangglengan RT 6/ RW 4 karangwotan.namun di duga  Fiktif dan diselewengkan untuk kepentingan pribadi Lurah karangwotan ini ,hal ini tereteksi dini , bukan karena tanpa alasan karena terlihat hingga kahir 2018  bangunan tersebut sama sekali tidak terealisasi .dan belum dikerjakan dari  fihak TPK ( team Pelaksana Kegiatan ) karangwotan ,. selain rencana pembanguan dukuh jangglengan yang di duga fiktif senilai  Rp 200 juta itu , ada juga proyek lain pengaspalan jalan di dukuh kopek yang juga belum  dilaksanakan tetapi beralasan kalau proyek itu sudah ditenderkan /dilelangkan pemborong tertentu,  senilai Rp 55 juta , dan sampi sekrang belum terealisasi juga ,kedua kegiatan tersebut jelas terpampang dalam infografik yang terpampang , sebagai bukti ketrasnparanan belanja negara , namun kenyataannya cuma tulisan saja.

Mengacu UU no 14/2008  tentang keterbukaan  informasi Publik .pasal 20, 21, 28 F, dan pasal 28 J  dalam Undang Undang Dasar Negara  Republik Indonesia tahun 1945. seorang warga dukuh kopek suparman  rt 5/rw2 mengatakan :” Duku saat rapat semua alokasi itu sudah dibahas, bagwa pembangunan RW nya  dianggarkan Rp 55 juta ,untuk pengaspalan rt 5 / rw 2 dan pemangunan  di Rt 6/2 karangwotan , namun nyatanya hingga sampi saat ini, belum ada pekerjaan , dan jalan kami  selalu becek sekali dan belobang dalam bila penghujan” pungkas parman ganthuk , warga Kopekini.samapi berita ini diturunkan pun belum ada rencana  tindak lanjut , karena antara sarekat dan kepala desa saling menutup informasi ini ( bersambung )

Reporter : sholihul Hadi

Editing : zai

Publisher : Redaksi

REKOMENDASI UNTUK ANDA