by

Mantan Kades Sukolilo Lamongan, Bunuh Kekasih Gelapnya

GRESIK, BrataPos.com – Aparat Kepolisian Resort (Polres) Gresik, hanya butuh waktu sembilan hari untuk mengungkap kasus pembunuhan yang jasadnya dibuang di perkebunan, desa Bulangan, Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik pada (21/2/2019) lalu.

Usai dilakukan penyelidikan, polisi mengungkap korban bernama Ida Nurhayati atau Fransisca (58) warga Ledok Macanan Danurejan I/2 Suryamatjan Jogyakarta.

Dengan alat Mobile Automated Multi-Biometric Identification System milik Inafis Polres Gresik. Akhirnya Polisi menangkap pelaku Agus Vilthon (38) warga asal Desa Sukolilo, Kecamatan Sukodadi, Lamongan yang juga mantan kepala desa (Kades) di desanya periode 2007 hingga 2013 dan ditetapkan tersangka.

Agus Vilthon, diamankan petugas Black Panther Polres Gresik. Saat di kosnya dusun Sendowo, desa Siduadi, Kecamatan Melati, Sleman Yogyakarta.

Ada dugaan tersangka dengan korban (Ir. Ida Nurhayati) mempunyai hubungan perselingkuhan. Sebab korban masih berstatus bersuami. Sementara tersangka duda dua tahun lalu. Tersangka juga sengaja kos di Sleman agar sering bertemu dengan korban.

Diterangkan Kapolres Gresik, AKBP Wahyu Sri Bintoro saat gelar kasus. Tersangka memukul dikepala korban lima kali, dicekik selama kurang lebih dua menit dan dipastikan meninggal, hal itu dilakukan usai cekcok dimobil milik korban di wilayah Sleman Yogyakarta.

“Kemudian tersangka membawa mayat ke Lamongan, dan akan di buang di jembatan Karangbinangun Lamongan. Namun tersangka tidak tega. Akhirnya di buang di persawahan milik warga desa Bulangan, kecamatan Dukun, Gresik,” papar Kapolres Gresik, Selasa (5/3/2019).

Lebih lanjut, Kapolres menambahkan, setelah membuang mayat korban, kemudian tersangka mengganti plat nomer mobil korban.

“Kemudian mobil di parkir (ditinggal) di Rumah Sakit Sugiri Lamongan. Tersangka kemudian bertolak kembali ke kosnya di Sleman,” lanjutnya.

Meski belum dipastikan motiv pembuhunan dia, Kapolres berjanji akan mengoreknya kembali. Dihadapan Kapolres Gresik, tersangka mengaku tidak ada niatan sebelumnya untuk melakukan pembunuhan. Ia juga mengaku kenal dengan korban di facebook sejak 2013 lalu.

“Tersangka merupakan warga Lamongan, dan kos di Sleman sejak 2016. Tersangka mengaku bertemu dengan korban seminggu dua kali. Motivnya jelas bukan perampokan sebab harta tidak diambil. Namun kita akan terus mengungkap motiv sebenanrnya nanti,” tukas AKBP Wahyu.

Semua barang milik korban berhasil diamankan petugas sebagai barang bukti. Mulai perhiasan, pakaian dan juga mobil toyota sienia terpasang nopol N 1430 KR (nopol asli AB 1524 GF). Tersangka disangkakan pasal 338 KUHP, ancamannya 15 tahun penjara.

Reporter : jml
Editor : nur
Publisher : redaksi

REKOMENDASI UNTUK ANDA