by

Upaya Hukum Banding Masih Berjalan, Pembanding Sudah Percaya Diri “Menang” Ada Apa?

GRESIK, BrataPos.com – Demi mendapatkan hak atas tanahnya, seluas 4065 meter persegi, yang telah membayar DP sebesar 2 Milliar rupiah kepada Budi Asih, yang terletak di Jalan Raya Dr. Wahidin Kebomas Gresik. Sri Rahayu (43 tahun) terus mencari keadilan.

Tidak hanya itu, Warga Kelurahan Kembangan, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik itu, telah melakukan ikatan jual beli (IJB) dengan Budi Asih selaku pemilik tanah di depan Notaris.

Itu dilakukan sudah sesuai dengan hukum. Pasalnya, Sri pun ikut membantu Budi Asih dengan membayar pajak. Tidak hanya itu, Sri juga membiayai pengurusan di badan pertanahan nasional (BPN) Gresik. Perjanjian pun terjadi, bahwa akan dilunasi setelah sertifikat tanah tersebut selesai.

Namun ironisnya, tanpa sepengetahuan Sri, setelah selesai, sertifikat diambil oleh Budi Asih dari BPN tidak diserahkan pada Sri. Miris memang, Budi Asih malah melakukan Ikatan jual beli kepada orang lain, tanpa persetujuan dari Sri Rahayu.

Mendengar sertifikat ditangan Budi Asih, dia seakan-akan merasa dibohongi. Sri pun melakukan upaya hukum dengan melayangkan Gugatan Perdata ke Pengadilan Negeri Gresik.

Setelah melalui proses yang cukup panjang. Akhirnya Gugatan Sri dikabulkan oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Gresik. Dalam kata lain Gugatan pun dimenangkan oleh Sri berdasarkan fakta dan bukti.

Pada putusan pengadilan negeri Gresik nomor, 7/Pdt.G/2018/PN.Gsk, tanggal 29 November 2018. Dalam perkara antara Sri Rahayu (Penggugat) Melawan H. Abdul Rahman (tergugat III), Budi Asih (tergugat I), Dwi Widatmoko (tergugat II), Kamiliah Bahasuan (Notaris/turut tergugat I), dan Setiawati Sabarudin (Notaris/turut tergugat II).

Tidak terima dengan putusan tersebut, pihak Budi Asih melakukan upaya banding ke Pengadilan Tinggi Jawa Timur Surabaya.

Saya heran kok bisa-bisanya dia (tergugat), sudah koar-koar di kampung, bahwa dia telah menang di PT (Pengadilan Tinggi) ada apa dengan PT?.

“Padahal saya sudah tanya ke pengadilan, berkas bandingnya saja belum diterima oleh majelis hakim,” ujar Sri saat dikonfirmasi wartawan. Kemarin, (1/3/2019).

Dirinya sangat merasa dirugikan. Mengingat biaya yang dikeluarkan untuk proses sertifikasi tanah tersebut juga sangat besar. Apalagi uang DP sebesar 2 Milliar sudah diterima oleh Budi Asih.

Bagaimana kelanjutan perkara ini, terlebih upaya banding ke Pengadilan Tinggi. Sri Rahayu menyerahkan sepenuhnya kepada majelis hakim, agar diputuskan seadil-adilnya. Karena itu hak saya.

“Semoga Majelis hakim Pengadilan Tinggi, memutuskan dengan seadil-adilnya” harap Sri.

Saat dikonfirmasi pihak PT melalui humas. Ketika wartawan melontarkan pertanyaan, berkas banding perkara nomor, 7/Pdt.G/2018/PN,Gsk sudah di terima oleh majelis?

“Oh maaf, berkas banding perkara nomor itu belum kami terima,” ujar Humas PT, Untung Widarto SH., MH saat dikonfirmasi di kantornya. Kemarin (1/3/2019).

Hal itu biasa lanjut Untung, itu move aja dari tergugat/pembanding, move-move seperti itu biasa. Sudah banyak saya mendapat pengaduan seperti itu. Tapi putusan tidak akan lari dari hukumnya.

“Putusan itu bisa ditolak, dikabulkan, diterima, atau di NO (Niet Ontvankelijke Verklaard), berbagai kemungkinan. Putusan itu paling lama 3 bulan maksimal sudah keluar dari PT,” jelas Untung.

Tidak ada titipan yang dalam tanda kutip, kalau titipan berkas dari Pengadilan negeri Gresik iyalah kan untuk diproses Banding tambah Untung lagi.

Reporter : jml
Editor : nur
Publisher : redaksi

REKOMENDASI UNTUK ANDA