by

Proyek Ruas Jalan Surowit-Tebuwuh, Terancam Tidak Dibayar

GRESIK, BrataPos.com – Buntut dari laporan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lembaga Pemantau Birokrasi (LPB) terkait pembangunan jalan yang dilakukan oleh dinas pekerjaan umum (PU) Gresik di ruas jalan Surowiti-Tebuwuh Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik yang dikerjakan rekanan yakni PT. Bangunan Cipta Cita (BCC) yang alamat kantornya tidak dicamtumkan di papan nama ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik pada (21/2/2019) lalu, terancam tidak dibayar.

Sebab, proyek yang menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD)  Kabupaten Gresik tahun 2018 sebesar Rp 3.200.074.900 Milliar itu diduga menyalahi bestek.

Dugaan itu dibuktikan dalam laporannya, LSM LPB adanya indikasi penyimpangan pada pembangunan, terjadi mark up anggaran, volume pekerjaan dikurangi baik dari ketebalan. Sehingga mengurangi kualitas hasil pekerjaan.

Tidak hanya itu, secara visual pada pembangunan CTB ditemukan bahwa ketebalan CTB di lokasi 24 cm. Sedangkan di RAB Ketebalan 30 cm.

IMG-20190221-WA0097

Core Drill yang ada di ruas jalan tersebut hanya beberapa titik di utara jembatan. Sedangkan di selatan jembatan, nampak belum ada. Tidak hanya itu, tanggul penahan tanah dan pemasangan drainase/ box cluivert dipasang amburadul.

Kabid Binamarga PU Gresik, Dhiannita Triastuti, dirinya mengelak bahwa pekerjaan proyek tersebut tidak seperti itu.

“Posisi kan masih pemeliharaan dan rekanan juga belum dibayar, karena tahun lalu kena kurang bayar,” katanya melalui WhatsApp.

Lanjut Dhian sapaan akrabnya, bila memang itu tidak sesuai dengan bestek, pihaknya minta perbaiki. Kendati sudah diperbaiki, kalau tidak sesuai dengan bestek, tetap tidak kita bayar.

“Pada saat pengaspalan lalu saja, belum ada ijin ngaspal, namun sudah mendatangkan 2 dumptruk besar aspal. “Ya kita tolak, pasalnya belum waktunya pengaspalan sudah dilakukan,” jelasnya (2/3/2019).

Dirinya meminta waktu yang sudah ditentukan harus selesai, dan harus sesuai RAB. Kalau tidak sesuai ya gak dibayar.

“Maksudnya pemeliharaan itu pembenahan. Kan belum dibayar. Dan bisa dibenahi yang pecah sampai pemeliharaan, karena sudah dikerjakan tapi karena bahu jalan dan hujan tanah turun. Namun itu tetep menjadi tanggung jawab rekanan,” pungkasnya.

Sementara rekanan yang mengerjakan proyek tersebut, sampai berita ini diturunkan belum bisa dimintai komentar. Pasalnya saat di temui di lokasi proyek belum bisa bertemu.

Reporter : jml
Editor : nur
Publisher : redaksi

REKOMENDASI UNTUK ANDA