by

Pengedar Narkoba, Hanya Bisa Terdiam Di Kursi Pesakitan

GRESIK, BrataPos.com – Kedua pengedar narkoba ini tidak seperti waktu masih berkeliaran menawarkan narkoba. Saat duduk di atas kursi pesakitan, mereka hanya bisa bungkam dan tidak bisa berbuat banyak, saat diadili di Pengadilan Negeri Gresik.  Kemarin, (28/2/2019).

Kedua terdakwa adalah, Agung Subagio (23), dan Ibnu Umar (27), keduanya warga Dusun Ngareskulon, Desa Ngares Kidul, Kecamatan Gedek, Kabupaten Mojokerto.

Sidang yang diketuai oleh majelis hakim Moch Yuli Hadi itu, mengagendakan dakwaan. Dalam surat dakwaan jaksa penuntut umum (JPU) Siluh Candrawati, keduanya didakwa melanggar pasal 114 ayat (1) Jo pasal 132 ayat (1). Dakwaan kedua dengan pasal 112 ayat (1) Jo pasal 132 ayat (1) UU No 35/2009 tentang narkotika. “Kedua terdakwa dianggap pengedar narkoba,” kata Siluh.

Dihadapan majelis hakim, dan fakta persidangan. Kedua terdakwa didatangi polisi berpakaian preman di wilayah Wringinanom. Saat digeledah, ditemukan narkoba seberat 0,86 gram. Rencananya, mereka akan mengantarkan sabu itu ke salah satu temannya yang sampai saat ini masih buron.

Pengedar Terdiam Di Kursi

Setelah dikembangkan, petugas belum menemukan tersangka lain. Akibatnya, kedua terdakwa dibawa ke Mapolres Gresik untuk dilakukan pemeriksaan. Setelah diperiksa mereka ditetapkan sebagai tersangka. Hingga saat ini menjadi pesakitan.

“Saat kami datangi keduanya gemetar. Kami mencurigai mereka (terdakwa, Red) karena mereka berada di tempat yang sepi. Jauh dari lokasi keramaian,” ujar seorang saksi dari pihak kepolisian yang hadir di persidangan, kemarin (28/2/2019).

Usai membacakan surat dakwaan. Majelis Hakim Moch Yuli Hadi yang memimpin sidang memberikan waktu pekan depan dengan agenda keterangan saksi.

“Bu jaksa penuntut umum (JPU), pekan depan hadirkan saksi umum yang mengetahui kejadian tersebut,” pinta hakim sambil mengetuk palu.

Dengan mengenakan rompi orange, kedua terdakwa keluar ruang sidang dengan kawalan petugas menuju ruang tahanan.

Reporter              : Jml

Editor                    : Nurdiana

Publisher            : Redaksi

REKOMENDASI UNTUK ANDA