by

Jaksa Abaikan Pasal Tuntut Terdakwa 3 Bulan 15 Hari

SURABAYA, BrataPos-com – Korban penganiayaan merasa kecewa dan merasa tidak mendapat keadilan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) Darwis, SH dari Kejaksaan Negeri Surabaya atas tuntutannya kepada terdakwa yang dianggap tidak sesuai yang tertuang dalam undang-undang alias terlalu ringan.

Ratna (korban) akhirnya melakukan pengaduan resmi ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur, Dalam kesempatan itu, Ratna menjelaskan bahwa dirinya merasa sangat kecewa.

“Saya dipukul, saya kesakitan dan trauma atas kejadian itu, saya hanya wanita biasa dipukul sama lelaki yang jauh lebih kuat, tetapi Jaksa Darwis menuntut terdakwa ringan, saya sangat kecewa,” tutur Ratna sambil memperlihatkan bukti tanda terima laporan. Kamis (28/2/2019).

“Saya datang ke Kejaksaan Tinggi untuk mengadukan jaksa Darwis atas tuntutannya yang saya anggap sangat ringan, bayangkan terdakwa dituntut melanggar pasal 351 ayat 1 dengan pidana penjara paling lama 2 tahun 8 bulan, tetapi Jaksa Darwis hanya menuntut 3 bulan 15 hari.

Mengapa Darwis SH (JPU) tidak mempertimbangkan bahwa korban itu seorang perempuan, dan menjadi efek jera bagi para pelaku kekerasan pada wanita,” Jelas Ratna menjelaskan dengan wajah sedih.

Terkait laporan pengaduan resmi yang dilayangkan Ratna terhadap Jaksa Darwis ke Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, Awak media akan melakukan konfirmasi terhadap Jaksa Darwis dan Kejari Surabaya terkait pelaporan pengaduan itu.

Reporter              : Bnd/Zs

Editor                    : Nr

Publisher            : Redaksi

REKOMENDASI UNTUK ANDA