by

Adi Sutrisno: Pejabat Yang Dicatut Nurul Dholam, Berharap Diperiksa Oleh Jaksa

GRESIK, BrataPos.com – Catutan terdakwa Nurul Dholam, terus mendapat tanggapan berbagai pihak. Kali ini Adi Sutrisno, penasehat hukum (PH) terdakwa Nurul Dholam.

Dia menanggapi, setelah kliennya mendapat tuntutan hukuman 6 tahun penjara oleh JPU. Dia meminta pada jaksa nama-nama yang dicatut oleh kliennya harus diperiksa. Kemarin Selasa (27/2/2019) ditemui di kantornya.

Adi membeberkan, dalam kasus korupsi dana kapitasi Jasa Pelayanan (Jaspel) Kesehatan yang merugikan negara senilai Rp.2.451.370.985 Milliar itu tidak hanya Nurul Dholam yang menikmati.

“Pejabat yang disebut oleh terdakwa, yakni Wabub M. Qosim, mantan Kepala DPPKAD Gresik Yetty Sri Suparyati, Joko Sulis dan anggota Dewan komisi D dan Mucktar waktu itu menjabat Kabag Anggaran di BPPKAD (saat ini tersangka OTT BPPKAD) menikmati. Dan itu semuanya harus diperiksa. Sehingga ada rasa keadilan yang hakiki,” pintanya.

Dirinya sepakat dan mendukung penuh program pemerintah, yang akan memberantas korupsi seluruh Indonesia. Namun saya juga akan menanyakan, karena sesuai dengan pengakuan dr Sugeng Widodo itu sukarela. Bahkan sejak tahun 2014-2016 itu terkumpul berapa Miliar. Dipergunakan untuk apa. Sampai sekarang LPJnya tidak jelas.

“Pemotongan dana Kapitasi BPJS itu terjadi sebelum kliennya menjabat sebagai Plt Kadinkes. Harusnya dibedah semua. Agar ada rasa keadilan yang merata pada kliennya,” tambah Adi.

Adi menyebutkan, jika ingin memberantas korupsi, harusnya jaksa mengusut semua hingga tuntas. Dalam pemeriksaan di persidangan kan sudah jelas, nama-nama yang menerima aliran uang hasil korupsi.

“Bukan kepada Nurul Dholam saja yang dijadikan tersangka. Kami minta pada jaksa, menindaklanjuti kesaksian dr. Sugeng Widodo dan juga yang menerima aliran uang korupsi,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, nyanyian terdakwa Nurul Dholam dalam persidangan, menjadi buah bibir masyarakat Gresik. Pasalnya beberapa pejabat Pemkab Gresik menurut terdakwa Nurul Dholam menerima aliran uang hasil korupsi.

Reporter : jml
Edinot : nurdiana
Publisher : redaksi

REKOMENDASI UNTUK ANDA