by

Lecehkan LSM, Berujung Laporan Kepolisian

SAMPANG, BrataPos.com – Tidak elok bagi seorang pejabat Bank BRI yang berpendidikan tinggi. Mengucapkan hal yang tidak layak didenger dengan sebutan LSM (Lapar Sedikit Marah), pada aktivis atau LSM di Kabupaten Sampang. Selaku sosial kontrol pemerintah, hal tersebut cukup menyayat hati para LSM di Sampang.

Awal dari nyeletuk saat LSM Lira Kabupaten Sampang, melakukan audiensi ke Bank BRI Kabupaten Sampang, dalam pembahasan BPNT dengan pihak Bank BRI, Senin (15/02/2019) kemarin.

Hal itu diungkapkan Koordinator Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dari BRI Cabang Kabupaten Sampang, Agus Bidiono. Menurutnya, LSM hanya mementingkan kepentingan perut, tidak ada tujuan lain LSM menurutnya dalam membahas masalah.

“Jekla LSM (Lapar Sedikit Marah, buk tabu’en, margen tabuk Lapar Sedikit Marah) (Kan LSM Mas, Lapar Sedikit Marah, kabbbi LSM memang mementingkan perutnya lapar sedikit marah, madura.red),” ujarnya berkali-kali menyebut hal itu. Yang di lansir oleh media oneline di Sampang.

Perkataan tersebut di ulang – ulang “Ya kan memang begitu mas, intinya LSM itu seperti itu, mayoritas LSM ya seperti itu,” tegas Budiono sapaan akrab Agus Budiono, ucapnya dalam pemberitan media oneline kemarin.

Masalah tersebut berbutut panjang, beberapa LSM yang ada di Kabupaten Sampang merasa tersinggung atas statement Agus Budiono terhadapap LSM. Karena dianggap apa yang telah di ucapkannya Agus Budiono adalah melecehkan LSM yang ada di kabupaten Sampang.

Selasa (26/2/2019), puluhan LSM meluruk ke kantor BANK BRI yang bertempat di Jalan Wahid Hasyim, untuk minta pertanggung jawaban terhadap statement Agus Budiono sebagai (BPNT) Batuan Pangan Non Tunai BRI.

IMG-20190227-WA0039

Abd. Azis selaku perwakilan dari aliansi LSM Sampang menyatakan, “Kami tersinggung, hati dan peraan kita terusik. Siapapun akan mengecam dan siapapun akan menghujat, karena ini menyentuh pengabdian kami,” ujarnya.

Kami ada dua opsi, yaitu mediasi dengan pihak BRI dan melapor ke pihak yang berwajib. Akhirnya yang kami ambil adalah yang terakhir.

“Dikarenakan dengan pihak BRI tidak menemukan titik temu ataupun nota kesepakatan. Dan Alhamdulillah, sudah mendapat respon dari Sat Reskrim unit 4 Polres Sampang,” imbuh Abd. Azis.

Ditempat yang sama HM. Dawam Hariri menambahkan, dari kejadian ini dirinya menghimbau agar tidak terjadi hal yang sama, melecehkan LSM maupun ORMAS.

Dirinya juga berharap tidak ada lagi pernyataan-pernyataan yang tidak pantas diucapkan yang menyinggung organisasi, LSM maupun ORMAS.

“Karena kami memiliki legitimasi/legalitas yang sudah diakui oleh pemerintah, yang artinya kami bukan lembaga abal-abal,” tegasnya.

Kami juga tidak menutup kemungkinan masih menunggu proses mediasi terhadap oknum yang bersangkutan, supaya memenuhi tuntutan kami.

“Tuntutan kami, dari seluruh LSM yang ada di Kabupaten Sampang adalah, agar oknum BRI meminta maaf baik melalui media online, media cetak maupun Media elektronik dihadapan kami,” imbuh HM. Dawam Hariri Selaku Pembina Generasi Peduli Negeri.

Reporter : tim
Editor : jas
Publisher : redaksi

REKOMENDASI UNTUK ANDA