by

Ibu Biadap, Bunuh Bayi di Masukan Tas Keresek

SURABAYA, BrataPos.com – Sidang perkara pembunuhan bayi yang dilakukan oleh ibu kandungnya sendiri yakni Maria Leda Tondu, kini di gelar kembali oleh Pengadilan Negeri (PN) Surabaya dengan agenda keterangan saksi. Senin (25/2/2019).

Dihadapan Majelis Hakim Dede Suryaman, saksi yang telah disumpah memberikan keterangan kejadian perkara penemuan sesosok mayat bayi perempuan di tempat sampah.

Namun keterangan saksi di tepis oleh terdawa, terdawa tidak mengaku membunuh bayinya sendiri, saya tidak membunuh anak saya pak Hakim, bayi tersebut sudah meninggal saat saya lahirkan, terang terdakwa.

Saat Hakim Ketua bertanya, kamu saat melahirkan usia kehamilanmu sudah berapa bulan?…, dijawab oleh terdakwa jika usia kehamilannya saat itu adalah (7) tujuh bulan.

“Ketika saya melahirkan saat itu usia kehamilan saya tujuh bulan pak Hakim,” jawab terdakwa.

Dalam persidangan kali ini terdakwa didampingi oleh tim kuasa hukum Arip Budi Prasetijo dan Drs.Victor A Sinaga dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Taruna Surabaya, dan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Samsu J Efendi Banu dari Kejari Surabaya.

Untuk diketahui, bahwa Maria Leda Tondu bekerja di rumah Jou A Moy sebagai (PRT) pembantu rumah tangga di Komplek Perumahan Kejawan Putih untuk menyembunyikan kehamilannya yang telah dilakukannya dengan kekasihnya semasa di Sumba Barat.

IMG-20190225-WA0109

Dan terdakwa merahasiakan kehamilannya kepada majikwnnya yakni Joe. Akan tetapi seorang petugas kebersihan yang bertugas kebersihan di komplek perumahan tersebut mengetahui jika terdakwa sedang hamil karena terlihat dari perutnya yang membuncit.

Sewaktu terdakwa merasakan kontraksi pada kandungannya, maka terdakwa segera pergi masuk ke kamar mandi untuk melakukan proses kelahiran sendiri. Begitu sang bayi lahir terdakwa langsung membungkam mulut serta hidung sang bayi selama kurang lebih 10 menit.

Setelah terdakwa yakin jika bayi tersebut sudah meninggal, kemudian terdakwa mengambil tas kresek yang sudah disediakan sebelumnya, lantas oleh terdakwa mayat tersebut disembunyikan agar tidak diketahui majikannya.

Atas perbuatannya, terdakwa dijerat sebagaimana diatur dalam Undang-Undang pidana dalam pasal 341 KUHP.

Reporter : bnd/zs
Editor : jas
Publisher : redaksi

REKOMENDASI UNTUK ANDA