by

ZAIBI SUSANTO SH MH BAKAL TUNTUT SECARA PIDANA SAKSI TERGUGAT KASUS PASAR BARU GRESIK

GRESIK, BrataPos.com – Kasus pemotongan stand pasar baru Gresik yang di alami oleh Kamisi pedagang ayam , warga Telogo Pojok Gresik yang dilakukan oleh Dinas Diskoperindag Gresik terus bergulir di Pengadilan Negeri (PN) Gresik.

Kemarin, (22/2/2019) Pengadilan Negeri (PN) Gresik, kembali gelar sidang yang dipimpin oleh majelis Hakim Lia Herawati dengan agenda sidang keterangan saksi , yang di hadirkan oleh penggugat yakni Dinas Diskoperindag tergugat I dan Tergugat II UPTD Pasar Baru Gresik dan Turkan tergugat III serta Bupati Gresik Sambari turut tergugat.

Kali ini giliran Kuasa Hukum Tergugat mendatangkan Saksi yang bernama Suyadi. Saksi saat diminta Kesaksianya oleh Ketua Majelis Hakim Lia Herawati menyampaikan, bahwa dirinya tidak mengenal penggugat yakni Ibu Kamisi.

Selain itu saksi menerangkan bahwa, stan penggilingan dagingnya yang dizona basah dengan Luas 3X8 m2 sudah dapat pengganti di depan pasar baru Blok AA 15 &16 dan Blok AA 17 & 18 dengan panjang kali lebar 2X2 m2.

“Tidak hanya itu, saksi pernah diancam para pedagang yang lain, Stan penggilingan daging di zonasi basah adalah bersifat darurat. Sekarang sudah menempati di Blok AA 15 & 16 dan Blok AA 17 & 18. Stan penggilingan dagingnya hanya bersifat darurat. Dan saya adalah pedagang yang pertama kali,” kata saksi dalam keterangannya di persidangan.

Saksi Suyadi dalam Kesaksianya, sempat diingatkan oleh Kuasa Hukum Penggugat yaitu Zaibi Susanto SH.,MH. Saudara saksi, bila saudara saksi memberikan keterangan palsu di bawah sumpah, “akan saya tuntut secara Pidana bila anda terbukti berbohong,” tegas Zaibi Susanto,SH,MH.

Melihat teguran secara langsung oleh Kuasa Hukum Penggugat Zaibi Susanto SH.,MH Brata Pos mewawancarai istri Suyadi dan Haji Mukti selaku Penasehat Paguyuban Pasar Baru Gresik. Namun tidak banyak informasi yang di dapat.

Jika Saksi Tergugat terbukti memberikan keterangan di bawah Sumpah Palsu atau yang biasa disebut delik Sumpah Palsu/Keterangan Palsu, di atur dalam pasal 242 kitab undang-undang hukum pidana (KUHP), diancam pidana penjara paling lama tujuh tahun,” kata pengacara yang akrab di pangil bang Zaibi

Reporter : Jamal S

Editor : Zai

Publisher : Redaksi

REKOMENDASI UNTUK ANDA