by

Nyanyian Terdakwa Nurul Dholam, Kejari Tunggu Hasil Putusan Hakim

GRESIK, BrataPos.com – Cuitan terdakwa Nurul Dholam yang menyeret nama-nama pejabat Pemda Gresik dalam kasus korupsi dana kapitasi Jasa Pelayanan (Jaspel) Kesehatan yang merugikan negara senilai Rp.2.451.370.985 Milliar terus mendapat tanggapan.

Kali ini Kasi Intel Kejaksaan Negeri Gresik, R Bayu Probo Sutopo. Dirinya mengatakan terkait cuitan Nurul Dholam yang mencatut nama-nama pejabat di Pemda Gresik waktu dalam persidangan.

“Cuitan terdakwa Nurul Dholam apakah dijadikan fakta hukum maupun pertimbangan hakim dalam putusannya kita lihat nanti. Karena fakta persidangan belum bisa menunjukan alat bukti uang hasil korupsi yang mengalir pada para pejabat yang menerima,” katanya kemarin (19/2/2019).

Bayu sapaan akrabnya menambahkan, kalau cuitannya terdakwa dijadikan pertimbangan oleh hakim, baru kita kembangkan. Bisa juga itu hanya alibi terdakwa, sambung dia.

Diberitakan sebelumnya, ketika ketua Majelis Hakim Wiwin Arodawanti mempertanyakan aliran dana tersebut, terdakwa dengan jelas mengatakan bahwa uang tersebut diberikan untuk THR selama 2 tahun yakni tahun 2016 dan 2017.

“Kami serahkan ke Bu Yetty, waktu itu sebagai Kaban Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (PPKAD) sebesar Rp.170 juta, saya serahkan langsung.

“Sedangkan, Rp. 30 juta diserahkan pada pak Mucktar waktu itu menjabat Kabag Anggaran di BPPKAD (saat ini tersangka OTT BPPKAD).  Jadi total, kami serahkan sebesar Rp. 200 juta dan anggota Dewan komisi D Rp. 20 Juta,” beber terdakwa Nurul Dholam.

Dalam keterangannya, terdakwa juga menyeret nama Wakil Bupati Gresik, M. Qosim yang turut menerima bagian sebesar 10 juta. Tidak hanya Qosim, Sekda Gresik waktu itu di jabat Joko Sulis menerima Rp.5 juta.

“Keduanya menerima setiap tahun waktu tunjangan hari raya (THR) selama periode 2016 dan 2017,” ungkap Nurul Dholam.

Seperti diketahui Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik non aktif, Nurul Dholam kedapatan melakukan korupsi terkait dana kapitasi Jasa Pelayanan Kesehatan yang merugikan negara senilai Rp. 2.451.370.985 Milliar.

Reporter              : Jml

Editor                  : Nurdiana

Publisher            : Redaksi

 

REKOMENDASI UNTUK ANDA