by

Warga Batang-Batang Laok, Digegerkan Semburan Api Dari Sumur

SUMENEP, BrataPos.com – Digegerkan dengan adanya semburan api yang berasal dari sumur bor, mengundang perhatian warga Batang-Batang Laok, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Informasi yang berhasil dihimpun di lokasi, Nawawi (35), selaku pemilik lahan menceritakan, pada Senin (11/2/2019) lalu, melakukan pengeboran hingga mencapai kedalaman sekitar 35 meter. Sehari kemudian, air tiba-tiba kayak mendidih.

“Kita bor hari Senin, nah hari Selasanya air seperti mendidih. Saat itu masih kedalaman 35 meter. Tetapi, petugas bor belum mencurigai akan terjadi hal yang tidak diinginkan dan tetap melanjutkan pengeboran,” katanya pada sejumlah wartawan, Jum’at (15/2/2019).

Pada Rabu (13/2/2019) malam, sumur bor tersebut diketahui mengandung gas dengan cara dipancing menggunakan korek api, keesokan harinya, alat borpun terpaksa diangkat untuk dilakukan tes.

“Diketahui mengandung gas, dipancing dengan korek api, kemudian keluar api dari pusat bor ini,” tandasnya.

Warga mengakui, sumur bor itu mengandung gas di daerah tersebut baru kali pertama, walaupun diakui beberapa waktu lalu sempat mengebor sumur juga.

“Di daerah sini, ini bor yang kedua, sebelumnya normal, nah yang sekarang ini tiba-tiba keluar semburan gas, warga sekitar takut terjadi hal yang tidak diinginkan, seperti lumpur lapindo dan sejenisnya,” tutur Nawawi Warga setempat.

Kepala bagian (Kabag) Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Setkab Sumenep, Abd Kahir mengatakan, hasil identifikasi sementara, semburan gas yang berasal dari sumur bor itu kandungannya kecil, sehingga relatif aman.

“Tekanan gasnya kecil, sebagai solusi, maka harus diberi paralon agar penguapan gasnya tidak berbahaya bagi warga sekitar, sehingga nanti terbuang ke udara,” tegasnya.

Disinggung mengenai tingkat keamanan kandungan gas untuk warga setempat, Kahir mengaku belum bisa memastikan, sebelum dilakukan uji lab.

“Kita belum bisa menentukan itu, karena memang belum diuji lab,” pungkasnya.

Berdasarkan catatan ESDM Sumenep, hal serupa pernah terjadi di beberapa Kecamatan lain di ujung timur pulau Madura ini, diantaranya di Kecamatan Manding, Rubaru, dan Pasongsongan, termasuk yang teranyar di Kecamatan Pragaan tahun lalu.

“Kejadian serupa pernah juga terjadi di Sumenep, seperti di Manding, Rubaru, Pasongsongan dan Kecamatan Pragaan beberapa waktu lalu,” tutupnya.

Reporter : zainur

Editor : jas

Publisher : redaksi

REKOMENDASI UNTUK ANDA