by

M. Qosim Menepis, Nyanyian Terdakwa Nurul Dholam

GRESIK, BrataPos.com – Pasca nyanyiannya terdakwa Nurul Dholam waktu persidangan dengan agenda pemeriksaan terdakwa di Pengadilan Tipikor Surabaya yang mencatut nama Wakil Bupati Gresik M. Qosim yang menerima uang korupsi sebesar 10 Juta pada tahun 2016-2017.

M. Qosim Wakil Bupati Gresik ketika ditanya oleh wartawan terkait namanya dicatut oleh terdakwa Nurul Dholam yang menerima uang hasil korupsi dana jaspel sebesar 10 juta.

“Itu fitnah mas, saya tidak menerima uang dari pak Dholam. Saya juga ikhlas kok difitnah, jdi sekarang sudah tidak ada masalah. Mari kita jaga kondusifitas Kabupaten Gresik,” kata Qosim usai menjalankan sholat Jumat (15/2/2019).

Sebelumnya mantan Kepala DPPKAD Gresik Yetty Sri Suparyati yang namanya juga dicatut oleh terdakwa Nurul Dholam, yang menerima uang Rp.170 juta mengatakan hal yang sama.

“Itu fitnah, saya tidak pernah menerima uang itu, saya sudah pensiun, saya sekarang fokus di Agama,” ucapnya (14/2/2019).

Sementara Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Gresik Pandoe Pramoekartika menyampaikan, saat ditanya oleh wartawan terkait nama-nama yang dicatut oleh terdakwa Nurul Dholam dalam waktu persidangan kemarin (12/2/2019) di Pengadilan Tipikor Surabaya yang menerima aliran dana hasil korupsi dana Jaspel BPJS. Pihaknya tidak menutup kemungkinan akan mendalami.

“Namun itu nanti akan dikembangkan, kita fokus pemeriksaan saksi-saksi terhadap tersangka Muchtar dulu. Akan mencari bukti dulu untuk memanggil nama-nama yang dicatut oleh terdakwa Nurul Dholam,” katanya (14/2/2019).

Diberitakan sebelumnya, ketika ketua Majelis Hakim Wiwin Arodawanti mempertanyakan aliran dana tersebut, terdakwa dengan jelas mengatakan bahwa, uang tersebut diberikan untuk THR selama 2 tahun yakni tahun 2016 dan 2017.

“Kami serahkan ke Bu Yetty, waktu itu sebagai Kaban Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (PPKAD) sebesar Rp.170 juta, saya serahkan langsung. Sedangkan, Rp. 30 juta diserahkan pada pak Mucktar waktu itu menjabat Kabag Anggaran di BPPKAD (saat ini tersangka OTT BPPKAD). Jadi total, kami serahkan sebesar Rp.200 juta,” beber terdakwa Nurul Dholam.

Tidak hanya itu, dalam keterangannya terdakwa juga menyeret nama Wakil Bupati Gresik, M. Qosim yang turut menerima bagian sebesar 10 juta. Sekda Gresik waktu itu di jabat Joko Sulis juga menerima sebesar Rp.5 juta.

“Keduanya menerima setiap tahun waktu THR selama periode 2016 dan 2017,” ungkap Nurul Dholam.

Seperti diketahui Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik non aktif, Nurul Dholam kedapatan melakukan korupsi terkait dana kapitasi Jasa Pelayanan Kesehatan yang merugikan negara senilai Rp. 2.451.370.985 Juta.

Reporter     : Jml
Editor          : Nurdiana
Publisher    : Redaksi

REKOMENDASI UNTUK ANDA