by

Pejabat Teras Gresik Yang Dicatut Terdakwa Nurul Dholam, Akan Didalami Oleh Kejari

GRESIK, BrataPos.com – Kasus korupsi dana jasa pelayanan (Jaspel) kesehatan yang menyeret mantan Kadinkes Gresik Nurul Dholam terus didalami oleh Kejaksaan Negeri Gresik.

Kejari Gresik Pandoe Pramoekartika saat ditanya oleh wartawan terkait nama-nama yang dicatut oleh terdakwa Nurul Dholam dalam waktu persidangan kemarin (12/2/2019) di Pengadilan Tipikor Surabaya yang menerima aliran dana hasil korupsi dana Jaspel BPJS, pihaknya tidak menutup kemungkinan akan mendalami.

“Namun itu nanti akan dikembangkan soal nama-nama yang dicatut oleh terdakwa dalam persidangan. Yang pasti akan mencari bukti dulu untuk memanggil nama-nama yang dicatut oleh terdakwa Nurul Dholam,” katanya (14/2/2019).

Sementara mantan kepala BPPKAD, Yetty Sri Suparyati yang namanya dicatut menerima uang hasil korupsi dana jaspel BPJS sebesar 170 Juta oleh terdakwa Nurul Dholam ketika ditanya oleh wartawan terkait menerima uang korupsi dari terdakwa Nurul Dholam.

“Itu fitnah mas biar allah yang tahu nanti,” katanya saat keluar dari ruangangan pidsus.

Diberitakan sebelumnya, ketika ketua Majelis Hakim Wiwin Arodawanti mempertanyakan aliran dana tersebut, terdakwa dengan jelas mengatakan bahwa uang tersebut diberikan untuk THR selama 2 tahun yakni tahun 2016 dan 2017.

“Kami serahkan ke Bu Yetty, waktu itu sebagai Kaban Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (PPKAD) sebesar Rp. 170 juta, saya serahkan langsung.

“Sedangkan, Rp. 30 juta diserahkan pada pak Mucktar waktu itu menjabat Kabag Anggaran di BPPKAD (saat ini tersangka OTT BPPKAD). Jadi total, kami serahkan sebesar Rp. 200 juta,“ beber terdakwa Nurul Dholam.

Dalam keterangannya, terdakwa juga menyeret nama Wakil Bupati Gresik, M. Qosim yang turut menerima bagian sebesar 10 juta. Tidak hanya Qosim, Sekda Gresik waktu itu di jabat Joko Sulis juga menerima sebesar Rp. 5 juta.

“Keduanya menerima setiap tahun waktu THR selama periode 2016 dan 2017,” ungkap Nurul Dholam.

Seperti diketahui Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik non aktif, Nurul Dholam kedapatan melakukan korupsi terkait dana kapitasi Jasa Pelayanan Kesehatan yang merugikan negara senilai Rp. 2.451.370.985.

Reporter : jml
Editor : nurdiana
Publisher : redaksi

REKOMENDASI UNTUK ANDA