by

Kedapatan Membawa Pil Ekstasi, Wanita Cantik Di Tuntut 9 Tahun Penjara

SURABAYA, BrataPos.com –  Kursi pesakitan yang di duduki wanita cantik asal Tanah Merah Indah II Surabaya dalam perkara Narkoba jenis pil ekstasi yang menjerat Inawati (29).

Wanita cantik ini disidangkan di Pengadilan Negeri Surabaya terkait kedapatan membawa  narkotika jenis Pil Ekstasi sebanyak (6) enam butir.

Persidangan yang dipimpin oleh Dedi Fardiman.SH.MH mengagendakan tuntutan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) P. Manullang dari Kejari Tanjung Perak menuntut terdakwa Inawati sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 114 ayat (1) Undang Undang RI No.35 tahun 2009 tentang narkotika.

Menuntut, kepada terdakwa Inawati sebagaimana yang telah diperbuat oleh terdakwa dalam menyalagunakan narkotika, dengan ini JPU menjatuhkan tuntutan terhadap terdakwa dengan pidana penjara selama (9) sembilan tahun dengan denda sebesar Rp 1 miliar serta Subsidair (1) satu tahun kurungan, katanya.

Atas tuntutan yang dibacakan Jaksa P. Manullang tersebut, terdakwa yang di dampingi tim kuasa hukumnya Arip Budi Prasetijo.SH, dan Dr. Victor A Sinaga, SH, MH dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Taruna Surabaya berencana akan lakukan Pledoi (Pembelaan) secara  tertulis yang akan dibacakan pada persidangan selanjutnya.

Untuk diketahui, perkara ini terjadi bermula pada Kamis 04 Oktober 2018 sekira pukul 18,30 wib, dimana petugas kepolisian mendapat informasi terkait adanya penyalagunaan narkoba yang dilakukan oleh terdakwa Inawati.

Berkat informasi tersebut petugas langsung melakukan penangkapan terhadap terdakwa dirumahnya kawasan jalan Tanah Merah Indah II Surabaya, saat dilakukan penggeledahan petugas mendapatkan barang bukti berupa (2) dua butir Pil Ekstasi berlogo XTC didalam kartu perdana im3 dan (4) empat butir Pil Ekstasi berlogo XTC didalam tempat lipstik milik terdakwa.

Ketika di interogasi, terdakwa mengaku mendapat barang tersebut dari Benny Andiyanto (berkas terpisah) dengan cara membeli seharga Rp 2.400.000;- menurut pengakuan terdakwa bahwa Pil Ekstasi tersebut adalah pesanan Suwandriyo (berkas terpisah) dan Sigit Eko Cahyono (berkas terpisah) sedangkan yang (2) dua butir lagi adalah pesanan orang.

Reporter              :  Bnd/Zs

Editor                    : Nr

Publisher            : Redaksi

REKOMENDASI UNTUK ANDA