by

Kemenag Tangsel Mediasi Konflik Rumah Ibadah, di Masjid Ash Shaff Bintaro

TANGERANG SELATAN, BrataPos.com – Dalam menyikapi perbedaan pendapat, seharusnya diperhatikan sikap toleran atau menghargai pendapat orang lain, lapang dada (tasaamuh), serta tidak merasa paling benar, apalagi sampai menyalahkan pendapat yang lain.

Karena kebenaran sepenuhnya milik Allah SWT. Allah-lah yang paling berhak menentukan mana yang benar dan salah. Terlebih, sikap merasa paling benar dan menyalahkan yang lain dapat meretakkan jalinan ukhuwah Islamiyah dan persatuan kaum muslimin.

Demikian dikatakan oleh Kepala Kantor Kemenag Tangsel, Abdul Rojak, saat memimpin mediasi konflik Masjid Ash-Shaff, pada Minggu/Ahad (10/2/2019), pukul 21.00 sd 02.00 dini hari, di Aula Kecamatan Pondok Aren, Tangerang Selatan – Banten.

Rapat mediasi ini dihadiri oleh Wakapolres Tangsel, Kompol Arman, Camat Pondok Aren, Makum Sagita, Danramil Pondok Aren, Kapten Agus, Ketua DKM Ash Shaff, Deni, Ketua NU Tangsel, KH. Tohi dan KH. Kholid Rifai, Kasi Kesos Kecamatn Pondok Aren, Waka Polsek Pondok Aren, dan ketua RW Distrik Emeral Bintaro, serta jemaah.

Rapat mediasi tersebut dalam rangka mencari solusi permasalahan yang terjadi pada tanggal 6 Februari 2019, terkait adanya pemberhentian kegiatan keagamaan, yaitu yasinan dan hadroh tarian sufi di masjid Ash Shaff. Yang kemudian menjadi viral di Media Sosial dan tersebar luas di masyarakat, yang berakibat munculnya disharmoni sosial di masyarakat.

Kepala Kantor Kemenag Tangsel pada kesempatan tersebut mempersilahkan ketua DKM Masjid Ash Shaff untuk menyampaikan potret Masjid Ash Shaff Emeral mulai dari sejarah berdirinya dan seluruh program kegiatan dan ritual keagamaan yang ada di Masjid Ash Shaff.

Kemudian dipersilahkan warga muslim Emeral untuk menyampaikan saran, masukan, dan kritik kepada pengurus DKM Masjid Ash Shaff.

Setelah berdiskusi dan musyawarah, Kepala Kantor menganalisa bahwa penyebab konflik yang terjadi di Masjid Ash Shaff adalah masalah perbedaan amaliyah ritual keagamaan. Dan akhirnya rapat menyepakati tiga hal.

Semua pihak harus mentaati SOP dan prosedur yang berlaku di masjid Ash Shaff Emeral Bintaro.

DKM Masjid Ash Shaff mempertimbangkan kegiatan amaliah Zikir, Yasinan, Tahlil, Maulid Nabi Muhammad SAW, dan kegiatan keagamaan lainnya.

Semua warga muslim Emeral tetap menjaga persatuan dan kesatuan, sikap saling hormat menghormati, saling menghargai perbedaan, membangun harmoni dan kerukunan antar umat beragama di distrik Emeral Bintaro, dan semua pihak menyepakati untuk membangun ishlah dan kerukunan di sektor Emeral.

Pada kesempatan terpisah, Kepala Kantor menjelaskan bahwa perbedaan pendapat adalah realitas tak terelakkan dan bukan untuk menyebabkan perpecahan umat Islam.

“Kita tidak mungkin dapat menghapuskan perbedaan pendapat. Perbedaan pendapat di kalangan umat merupakan sunnatullah yang tak terhindarkan,” jelas H Rojak.

IMG-20190211-WA0071

Selain itu Kepala Kemenag Tangsel menjelaskan hal itu tidaklah menimbulkan kerugian dan bahaya, selama berlandaskan ijtihad syar’i yang benar.

“Justru merupakan rahmat bagi umat, menunjukkan fleksibilitas dalam syariat dan keluasan dalam ilmu dan pengetahuan,” jelasnya.

Lebih lanjut dirinya menyampaikan, bahwa adanya perbedaan pendapat di kalangan umat Islam mengakibatkan antara lain timbulnya berbagai aliran dan madzhab.

“Dalam bidang akidah atau teologi timbul aliran-aliran, seperti Khawarij, Murji’ah, Mu’tazilah, Asy’ariyah, dan Maturidiyah,” sambungnya.

Dalam fiqih atau hukum Islam, Kepala Kemenag Tangsel menerangkan tambahnya muncul madzhab-madzhab, seperti Hanafi, Maliki, Syafi’i, dan Hambali. Dalam bidang politik muncul aliran-aliran, Sunni, Syi’ah, dan Khawarij. Dalam tasawuf tampil aliran-aliran, Al-Ghazali, Al-Farabi, dan Ibnu Rusyd.

Dalam praktek keagamaan, dengan demikian, tampil ragam bentuk atau tata cara beribadah. Juga ragam sikap dan pandangan terhadap berbagai masalah.

“Semuanya sama-sama mengklaim benar, karena berdasarkan Qur’an dan Sunnah. Wajar, ada ungkapan ‘Islam itu satu, tetapi Muslim banyak’. Asalkan tidak mengklaim sebagai pihak yang paling benar dan yang lain salah. Klaim kebenaran hanya milik Allah SWT,” tegasnya.

Akhirnya, Kepala Kantor menegaskan bahwa perbedaan pendapat adalah wajar dan ditolerir.

“Menurut hadits, jika suatu pendapat hasil ijtihad itu benar, maka pahalanya dua. Jika pendapatnya salah, pahalanya cuma satu, yakni pahala untuk amal ijtihadnya. Jadi, sama-sama mendapat pahala alias tidak dipandang dosa,” pungkasnya.

Reporter : U Effendi/Soleh/Alfan

Editor : Jas

Publisher : Redaksi

REKOMENDASI UNTUK ANDA