by

Seorang Petani, Ikut Angkat Bicara Atas RSUD Sampang

SAMPANG, BrataPos.com – Kasus dugaan mal praktek yang dilakukan oleh RSUD Sampang, terus mendapat kecaman dari berbagai organisasi.

Kali ini dari seorang petani yang mungkin dalam kesehariannya hanyalah bertani yakni Ach. Sukardi yang juga angkat bicara.

Dirinya mendesak pada penegak hukum, khusunya Polres Sampang untuk lebih serius, mendalami kasus meninggalnya salah satu pasien di RSUD dr. Mohammad Zyn Sampang atas nama Safira Nawal Izza beberapa pekan lalu.

“Dengan tidak mengurangi rasa hormat, saya sebagai seorang pemuda tani kabupaten Sampang, berharap agar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) segera mengevaluasi kinerja dokter di kabupaten Sampang,” harapnya.

Kerena dengan beredarnya kasus terbengkalainya pasien di RSUD, itu tidak terlepas dengan kelalaian para dokter.

“Karena sudah bukan rahasia umum kalau para dokter di kabupaten Sampang banyak yang telah deoble job, alias banyak yang membuka klinik ataupun praktek pribadi di rumah masing-masing,” ujarnya.

Sehingga kebanyakan para dokter di kabupaten Sampang lebih mengutamakan penghasilan pribadi dari pada mementingkan pasien RSUD, sambung dia.

Ach Sukardi juga mengatakan miris, dan tragis dibalik persoalan RSUD. Image yang berkembang di kalangan masyarakat, secara otomatis masyarakat berbondong-bondong membawa kelaurganya yang sakit ke klinik-klinik yang bertebaran di kabupaten Sampang.

“Karena masuk kliknik pasien langsung di tangani. Tak seperti di RSUD Sampang penanganannya lambat dan banyaknya rujukan,” bebernya.

Terlalu banyaknya rujukan dari puskesmas langsung ke klinik, bukan ke RSUD. “Lagi-lagi keuntungan pribadi yang berbasis orientasi bisnis yang meraup keuntungan di balik hiruk pikuknya kelalaian penanganan pasien di RSUD sampang,” pungkasnya.

Reporter : ryn/far

Editor : nurdiana

Publisher : redaksi

REKOMENDASI UNTUK ANDA