by

Jadi Tersangka, Muchtar Sekretaris BPPKAD Kembali Diperiksa

GRESIK, BrataPos.com – Tersangka M. Muchtar Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang terjadi ditubuh pemerintahan BPPKAD Gresik beberapa pekan lalu. Kemarin, diperiksa kembali oleh Kejaksaan.

Tersangka tidak sendirian dia didampingi kuasa hukumnya Hariyadi SH. Tersangka datangan di kantor Kejaksaan sekitar  pukul 11.00 WIB, Kamis (7/2/2019).

Info yang berkembang, pemeriksaan tambahan ini dilakukan oleh penyidik pidsus dikarenakan ada bukti tambahan hasil kloning hp, hard dist dan laptop serta flash disk yang sempat disita oleh penyidik pidsus.

“Dari 6 hp milik kabid dan kasubag yang disita hanya dua hp yang dikembalikan karena tidak ada keterkaiatan dengan perkara OTT uang jasa insentif di BPPKAD,” tegas sumber di kejaksaan yang enggan namanya di sebutkan.

Kasi intel Kejari Gresik, R. Bayu Probo Sutopo membenarkan kalau tersangka M. Muchtar kembali menjalani pemeriksaan. Pemeriksaan ini terkait adanya bukti tambahan hasil kloning barang bukti hard disk, laptop, hp dan flash disk yang sudah diterima penyidik dari Kejagung.

“Tersangka diperiksa kembali untuk dimintai keterangan terkait keterlibatan pihak-pihak lain dari OTT di BPPKAD yang berhasil mengamankn uang Rp. 537 juta,” tegasnya.

Masih menurutnya, Kejari terus melakukan pengembangan kasus ini sehingga dimungkinkan nantinya ada tersangka baru.

Sementara itu, Hariyadi kuasa hukum terangka mengatakan, dirinya membenarkan bahwa hari ini dilakukan pemeriksaan lanjutan. Hal itu dilakukan untuk melengkapai pemberkasan. Pasalnya waktu ditetapkan tersangka klien kamk langsung dibawa ke rutan medaeng. Pemeriksaan belum lengkap. Makanya hari ini dilakukan pemeriksaan.

“Ada 60 pertanyaan yang dilontarkan oleh penyidik pidsus. Semuanya dijawab sesuai dengan apa yang pertanyakan oleh penyidik,” katanya.

Terkait melakukan rencana mengajukan pra pradilan dirinya menegaskan tidak jadi mengajukan. Karena masyarakat hanya sekedar mengetahui sedikit-sedikit saja tentang fakta hukumnya.

“Fakta hukum di pra pradilan tidak pada tempat hukumnya. Namun kalau di persidangan masyarakat jelas memahami,” imbuhnya.

Tidak hanya melakukan pemeriksaan tambahan pada tersangka M. Muchtar.  Rencananya tim Pidsus akan memanggil pejabat teras yang ikut terlibat dan bertangung jawab atas uang hasil OTT sebesar Rp. 537 juta.

Reporter : jml
Editor : nurdiana
Publisher : redaksi

REKOMENDASI UNTUK ANDA