by

Ketua FKP Sampang, Desak Kasus Dugaan Mal Praktek RSUD Sampang Segera Ditangani Dengan Serius

SAMPANG, BrataPos.com – Kasus dugaan mal praktek yang dilakukan oleh RSUD Sampang, terus mendapat kecaman dari berbagai organisasi.

Kali ini ketua Forum Kajian Publik (FKP) Heru Susanto angkat bicara. Dirinya mendesak pada penegah hukum, khusunya Polres Sampang untuk lebih serius, mendalami kasus meninggalnya salah satu pasien di RSUD dr. Mohammad Zyn Sampang.

“Penyidik harus melakukan langkah-langkah yang obyektif, demi mendukung proses penyelidikan, atau penyelidikan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang ada,” katanya dengan tegas.

Diungkapkan oleh Heru Susanto, apabila kasus meninggalnya Safiera Nawal Azzah (5) tidak segera ditangani dengan serius, dikhawatirkan akan ada Safiera NA yang lain yang akan menjadi korban.

“Bahkan juga nantinya akan berdampak buruk pada proses pelayanan di RSUD dr. Mohammad Zyn yang notabene adalah Rumah Sakit Plat merah. Hal itu jelas menimbulkan image negative dimata masyarakat Sampang bila tidak segera diseriusin,” urainya.

Masyarakat semakin tidak percaya dengan pelayanan di RSUD Sampang. Jadi jangan heran kalau masyarakat di Sampang lebih memilih berobat ke klinik-klinik medis yang sudah menjamur di Kabupaten Sampang.

Ini bahkan tidak sedikit pula yang berobat ke klinik atau Rumah Sakit di Kabupaten lain. Hal itu dilakukan karena rata-rata masyarakat kecewa dengan pelayanan di RSUD dr. Mohammad Zyn Kabupaten Sampang.

Menurutnya, kasus meninggalnya Safiera Nawal Azzah (5) masih terlalu dini untuk dikategorikan Malpraktek sebelum mengetahui rekam medisnya seperti apa.

“Kasus ini kan sudah ditangani Kepolisian Resort Sampang, kita tunggu saja mas hasilnya seperti apa, yang pasti kita tetap kawal kasus ini sampai tuntas,” ujarnya.

Menurut aktivis yang sering mengkritisi kebijakan pemerintah. Kasus yang menimpa Safiera Nawal Azzah (5) menurutnya bukan kasus biasa dan perlu penangan yang serius.

Karena ini bukan hanya menyangkut masalah Dugaan Malpraktek, Kealpaan/Kelalaian sehingga menyebabkan pasien meninggal. Tapi ini bisa dikaitkan dengan UU Nomor 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.

Bisa saja nanti pihak Rumah Sakit dilaporkan menurut UU Nomor 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen seperti yang dijelaskan dalam pasal 1 angka 1.

Namun jika ini nantinya murni mengarah ke Malpraktek, sudah pasti dan jelas bisa diproses ke unsur Pidana seperti yang sudah dijelaskan dalam Pasal 359 KUHP.

Ia juga menyayangkan pelayanan/ penanganan medis yang dilakukan RSUD dr. Mohammad Zyn Kabupaten Sampang, memang sangat buruk dan tidak profesional.

Baginya, setiap penanganan memiliki standar yang sesuai SOP serta kode etik kedokteran (Kodeki) tentang hak-hak pasien. Pembinaan profesi dokter sebaiknya lebih ditingkatkan lagi, dan diterapkan dengan mengedepankan profesionalisme.

“Iya mas, saya dulu tahun 2014 pernah punya pengalaman buruk dengan RSUD Sampang. Saat itu Ibu saya masuk rumah sakit (UGD), tapi ditelantarkan dan masih banyak lagi kekecewaan saya saat itu. Tapi sudahlah itu sudah lama sekali dan saya sudah memafkan pihak Rumah Sakit ko,” bebernya.

Dalam kasus ini, Ketua Forum Kajian Publik, Heru Susanto berharap kasus ini segera ada titik terang. Dan berharap kepada aparat penegak hukum dalam menegakkan proses keadilan, jangan sampai tebang pilih.

“Mengingat ini bukan kasus biasa kalau perlu pihak kepolisian mendatangkan saksi ahli,” pungkasnya.

Reporter : Tim

Editor : nurdiana

Publisher : redaksi

REKOMENDASI UNTUK ANDA