by

KELUARGA KORBAN DUGAAN MAL PRAKTEK RSUD, DIPANGGIL POLRES SAMPANG

SAMPANG, BrataPos.com – Sudah sembilan hari wafatnya korban Safiera Nawal Izzah (5) dugaan mal praktek yang dilakukan oleh RSUD Sampang berbuntut panjang. Kamis (31/1/2019).

Kali ini pemanggilan oleh Polres Sampang kepada keluarga korban untuk bisa dimintai keterangannya yang selama ini apa yang dirasakan oleh korban Safira Nawal Izzah (5) selama di rumah sakit Muhammad Zyn jalan Rajawali kabupaten Sampang.

Kematian bocah 5 tahu yang disebabkan atas dugaan mal praktek RSUD Kabupaten Sampang. Keluarga korban menjelaskan dipanggil oleh pihak kepolisian untuk dimintai keterangan, mengenai kasus yang diduga ada kelalaian dan pembiaran yang dilakukan oleh pihak RSUD.

Akibatnya Safira meninggal. Dan pihak keluarga juga meminta agar pihak Kepolisian mengusut kasus ini dengan baik, karena keluarga tidak ingin ada korban seperti Anaknya lagi.

“Saya berharap pada Kepolisian Resort Sampang mengusut tuntas, supaya tidak ada korban seperti Safira lagi. Jika ini dibiarkan, tidak akan ada ke hati-hatian atau perubahan atas dugaan mal praktek RSUD sampang,” pinta Hj Nurul Hayati.

Disisi lain Rolis Sanjaya sebagai Ketua GPN yang mendampingi keluarga korban untuk bisa memberikan dukunganya dan mendampingi, supaya tetap berpegang teguh pada UUD 45 yang sudah ada di indonesia.

Rolis Sanjaya ketua GPN saat dimintai keterangan terkait pemanggilan keluarga korban hanya berkomentar bahwa pihaknya memberikan pendampingan agar kasus ini berjalan dengan baik.

“Saya hanya ingin kasus ini di usut tuntas hingga ke akar akarnya. Dan ia juga meminta agar pihak kepolisian tetap profesional dan tegas dalam mengusut kasus ini. Ini masalah nyawa, harus diusut,” pintanya.

Sampai berita ini di publikasikan pihak polres belum bisa dimintai katerangan di karenakan masih dalam penyelidikan.

Reporter : ryn/far

Editor : nurdiana

Publisher : redaksi

REKOMENDASI UNTUK ANDA