by

Ngaku DPR RI, Warga Desa Kacodur Lakukan Penipuan

SAMPANG, BrataPos.com – Ada-ada saja. Mengaku DPR RI (SF) warga desa Kacodur, kecamatan Kedudung, kabupaten Sampang dengan iming-iming proyek pokmas dari pusat melakukan penipuan.

(SF) meminta uang dengan nilai satu juta lima ratus untuk pembuatan proposal dan administrasi tanpa uang free. Dari tawaran tersebut korban anisial (M) dan masih banyak korban lainnya tertarik sehingga mengikuti saran pelaku untuk membayar uang senilai 1,5 Juta.

Dalam pengakuan (SF) uang tersebut buat dugem dan main perempuan. “Ia uangnya saya buat dugem dan main perempuan,” akunya saat di tanya BrataPos.com.

(SF) mengakui bahwa dirinya benar telah menipu atau membohongi semua orang. “Ia saya menipu dan memberikan iming-iming proyek tanpa uang free. Hanya untuk pembuatan proposal dan uang survie,” urainya.

berselang kemudian, setelah penangkapan dilakukan oleh semua korban dari penipuan. Akhirnya korban membawa pelaku (SF) ke Polres Sampang sekitar Jam 19:30 WIB untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.

Pelaku (SF) ditemukan di Surabaya dan dibawa ke Sampang untuk memberikan keterangan atas apa yang dilakukan. Saat di Polres Sampang korban asal Pasean kabupaten Pamekasan (DR) meberikan keterangan pada BrataPos.com kalau dirinya mengalami menipuan.

“Bukan hanya saya yang dari Pasean saja yang ditipu oleh pelaku. Ada 30 orang yang jadi korban,” terangnya.

Sebenarnya kami sudah curiga, tapi kecurigaan kami semakin kuat ketika (S) pelaku hendak membeli rumah HJ yang juga korban penipuan dengan nilai 700 Juta. namun (SF) memberikan uang muka hanya 200 ibu untuk pembelian rumah tersebut.

“libinya pelaku akan kirim malalui rekening bank, dikarenakan no rekening HJ tersebut tidak aktif. Namun sama (SF) pelaku suruh aktifkan kembali. Sudah hidupkan aja rekeningnya dulu nanti saya akan kirim,” kata DR menirukan pelaku saat mengatakan ke HJ untuk membuka rekening.

Saat itu juga HJ membuka rekening di bank dan menunggu kiriman uang oleh pelaku untuk pembelian rumah nya. “Namun sampai satu hari uang pun tak kunjung masuk di rekening. Dan saat itu kecurigaan kami kuat dan semua mulai terungkap,” jelasnya DR.

Sampai berita ini di publikasikan pihak polres belum bisa di mintai keterangan.

reporter : ryn/far

editor : nurdiana

publisher : redaksi

REKOMENDASI UNTUK ANDA