by

Dinilai Memberikan Pernyataan Palsu, Dirut RSUD Sampang Dipersoalkan Ormas Bela Negara

SAMPANG, BrataPos.com – Keluarga pasien meninggal di rumah RUSD kabupaten Sampang bocah umur 5 tahun beberapa hari yang lalu atas dugaan mal praktek yang dilakukan oleh pihak RSUD kabupaten Sampang menyisakan kesedihan yang sangat dalam. Sampai hari ke 4 meninggalnya Safira keluarga korban masih menyisakan trauma atas kelalaian RSUD Sampang.

Kesedihan tersebut bertambah atas pernyataan palsu oleh pihak RSUD Sampang yang dilontarkan oleh dr. Titin Hamidah selaku Direktur RSUD Mohammad Zyn Sampang Madura Jawa Timur.

Ia mengatakan dalam stetmen di salah satu media online, mengaku pasien atas nama Safira Nawal Izza (5) meninggal dunia di RSUD dr Mohammad Zyn karena Dengue Syok Syndrome (DSS) atau Demam Berdarah Dengue (DBD) (23/1/2019) pukul 07.15 Wib.

Diceritakan pasien datang ke IGD (21/1/2019) pukul 17.30 Wib dengan keluhan panas dan sesak nafas dengan diagnose gr III. Kemudian masuk ke ruang inap anak cempaka dan sudah di upayakan mendapat perawatan maksimal.

Selanjutnya karena kondisi pasien menurun sesuai advis dokter pada (22/1/2019) di pindahkan ke ruang ICU dengan pelayanan intensif, termasuk terapi medis oleh dokter maupun perawat.

Pada (23/1/2019) pukul 07.15 Wib dilakukan resusitasi jantung paru. Karena pasien sudah kritis akhirnya nyawanya tidak tertolong.

“Jadi pelayanan oleh dokter maupun perawat saat melayani pasien sudah sesuai SOP,” kata Dirut RSUD Sampang dalam stetmen di media online.

Namun itu memancing kemarahan dari pihak keluarga korban Hj Nurul Hayati (38) atas dugaan mal praktek yang dilakukan oleh RSUD sampang.

“Saya selaku keluarga korban sangat tidak setuju dan menolak pernyataan dr Titin Hamidah selaku direktur RSUD Sampang yang mengatakan bahwa almarhum ananda Safira sudah di tangani dengan baik,” keluhnya.

Kenyataannya pada saat malam dini hari ketika ponakan saya kritis tidak ada dokter yang menangani.

“Meskipun kami sudah berupaya minta bantuan kedokter UGD, tapi tidak digubris. Artinya pernyataan dr Titin di salah satu media online itu bohong alias pernyataan palsu,” tegasnya.

IMG-20190127-WA0004

Mendengar dari pernyataan palsu dari RSUD Sampang. Ormas Bela Negara keberatan karena dianggap pernyataan tersebut pembodohan publik

H Moh. Ali Ghasim (37) sebagai komandan lll Ormas Bela Negara mengatakan, menurut saya RSUD Sampang itu hanya berdalih saja sebuah pembelaan diri belaka.

“Saya anggap itu pembodohan publik, karna itu tidak sesuai dengan kenyataan yang sebenarnya,” katanya.

Apa yang jadi pernyataan oleh keluarga korban tidak sama dengan apa yang dilontarkan di media online oleh Direktur RSUD Sampang Dr titin Hamidah, imbuhnya.

Bukan hanya H Moh Ghosim (37) sebagai komandan lll Ormas Bela Negara, Amin Zakaria (42) sebagai komandan Vll pun angkat bicara. “Untuk pembuktiannya kita liat saja nanti di meja hijau,” tegasnya. dan untuk mengawal kasus ini kami siap mengerakan masa, ungkapnya.

Reporter : ryn/far

Editor : nurdiana

Publisher : redaksi

REKOMENDASI UNTUK ANDA