by

Wisata Coban Sewu Beroprasi, Penagak Hukum Diduga Tutup Mata

MALANG, BrataPos.com – Wisata Alam Air terjun Coban Sewu maupun yang dikenal dengan sebutan namaTumpak Sewu, mungkin sudah tidak asing lagi bagi para pecandu Wisatawan Indonesia, yang mana tempat wisata tersebut terletak ditengah-tengah perbatasan di antara dua Kabupaten, yakni Kabupaten Malang, dengan Kabupaten Lumajang.

Bahkan di tahun 2018 lalu Wisata Coban Sewu Saking indahnya air terjun yang ada, banyak yang menyebutkan jika Coban Sewu dijuluki sebagai serpihan surga dan Niagara di indonesia.

Setelah booming berkat banyaknya para pengunjung yang memosting tempat ini di media sosial, dan juga mendapat penghargaan dari Gubernur jawa timur yaitu, di Juara Terbaik 1 Anugerah Wisata Jawa Timur 2018.

Namun kali ini yang jadi permasalahan adalah pihak dari Wisata Coban sewu, di Desa Sidorenggo, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang. Pasalnya warga setempat yang mengatas namakan dari paguyupaban atau dari kelompok, Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH).

Sudah merasa dirugikan dengan aktivitasnya kembali wisata coban sewu selama ini yang diketahuinya sudah tutup, sehingga para anggota LMDH adakan Rakor pada hari Jum’at (25/1/2019) sore hari.

Menurut keterangan dari beberapa anggota kelompok LMDH pada saat adakan pertemuan bersama, guna pembahasan terkait adanya wisata coban sewu yang dianggap dulunya team LMDH yang memperjuangkan dan pengelola dari awal, bahkan sempat berjalan dua tahun lebih dalam pengondisian wisata coban sewu hingga menuju sukses dan membawa kemajuan untuk Desa Sidorenggo.

Semenjak ditutupnya tempat Wisata Coban sewu tersebut, Team anggota kami dari LMDH sudah tak lagi mengondisikan atau mengelola Coban sewu. Karena menurut para anggota paguyuban kita ini sangat menghargai adanya aturan hukum yang berlaku mas..!!.

“Apalagi yang menutup tempat wisata tersebut dari beberapa pihak angota penegak hukum, ada pihak perhutani, dari pihak Dinas, dari Anggota kepolisian dan juga diketahui Perangkat Desa setempat saat penutupan tersebut,” jlentrehnya.

Selang waktu beberapa bulan kemudian dari waktu penutupan, tempat Wisata terlihat ramai pengunjung kembali dan buka seperti semula. Sedangkan pihak pengelolanya tanpa ada kejelasan alias ilegal, dan masih juga untuk penarikan HTM Rp.10.000 per orang.

IMG_20190126_203303

Tidak hanya itu, untuk bayar parkir motor, Rp.5000. Sedangkan mobil Rp.10.000. Dan itu sudah berjalan lebih dari dua tahun. Yang saya pertanyakan dan saya sesalkan kenapa dan mengapa, wisata coban sewu beroprasi untuk sekian lamanya tidak ada tindakan dan teguran dari pihak penegak hukum yang ada di Kabupaten Malang. Kemana pihak penegak hukum diwilayah Kabupaten Malang ini, dan ada apa kok dibiarkan..!

Adanya Wisata alam Coban sewu itu dulunya yang babat alas dan yang mendirikan, kelompok Team LMDH mas..!! Bahkan dari awal yang mengondisikan dan pengelola Wisata itu,” tuturnya dari salah satu anggota LMDH saat ditemui jurnalis BrataPos.com saat Rakor.

Dan kami harapkan bagi pihak penegak Hukum yang ada di Kabupaten Malang, agar segera mengambil tindakan tegas terkait adanya pengelolaan Wisata ilegal yang selama ini beroprasi dan tanpa ada teguran dari pihak hukum manapun.

“Dalam pertemuan yang diadakan kali ini dari team kelompok LMDH cuma ingin Wisata coban sewu lebih maju lagi, dan bisa menjadi tempat wisata yang lebih ternama untuk indonesia, sehingga bisa membawa nama harum untuk semua Masyrakat Desa Sidorenggo,” pungkasnya.

Reporter : red/hadi

Editor : nurdiana

Publisher : redaksi

REKOMENDASI UNTUK ANDA