oleh

Kantor Berita Patroli, Digeruduk Oknum TNI AL

Last updated: Sabtu, 26 Januari 2019, 14:58 WIB

SURABAYA, BrataPos.com – Kejadian memalukan bagi institusi TNI kembali terulang. Kali ini puluhan intel AL,  marinir dan beberapa anggota Balur TNI Angkatan Laut, yang dipimpin oleh Kariyaji (oknum TNI AL aktif) menggeruduk kantor perwakilan berita Patroli yang berlokasi di Jl. Raya Cipta Menanggal III A, Kecamatan Gayungan Kota Surabaya.

Kami sengaja datang (kesini red) mau konfirmasi. Karena teman seangkatan kami yang bernama Kariyadi malam sebelumnya merasa ditekan, serta dikeroyok oleh beberapa orang yang mengaku dari Den Intel Kodam V Brawijaya, dan beberapa orang yang mengaku TNI aktif.

“Makanya kita dari Den Intel Marinir dari Den intel AL serta puluhan anggota AL yang dikoordinir oleh Kariyadi datang ke kantor berita PATROLI,” urai salah seorang oknum TNI AL yang berpakaian loreng.

Perlu masyarakat ketahui, peristiwa ini bermula dari kedatangan seorang ibu  yang bernama Belqis Fahrani S, beberapa hari sebelumnya. Ia datang ke kantor LBH Rastra Justitia 789. Dirinya menuturkan telah menjadi korban kecurangan yang dilakukan oleh Kariyaji oknum TNI AL yang berdinas di Balur Juanda.

“Saat itu, saya hendak beli rumah yang beralamatkan di Perum Telaga Asri, Desa Kemiri Sidoarjo. Saat pembelian rumah tersebut, saya kekurangan uang muka. Seketika itu juga saya ditawari oleh Kariyaji dengan cara saya disuruh menjaminkan motor Kawasaki Ninja 4 tak senilai 25 juta,” kata Belgis.

Tapi uang yang saya terima lanjut Belgis hanya 22 juta, tupun motor saya juga diminta sama BPKBnya. Karena saya tidak paham tentang hukum, maka saya serahkan saja. Selang 1 bulan setengah, saya tanyakan motor tersebut pada Kariyaji.

”Iya silahkan mbak Belqis motornya diambil, tapi mbak Bilgis harus mengembalikan 35 juta. Ketika saya tanyakan, kok mahal sekali pak, iyaa, karena motor tersebut masuk dana talangan kalau mbak Belqis tidak bisa membayar dengan nilai tersebut ya saya tidak bertanggung jawab,” ungkap Belqis menirukan obrolan Kariyadi sang oknum TNI AL.

Lebih jauh Belqis menuturkan, saya tidak paham tentang apa itu dana talangan, sehingga saya diamkan saja. “Dan ironisnya, sampai sekarang saya tidak tahu motor tesebut ada dimana, sepertinya sudah dijual oleh Kariyaji,” sambung Belgis.

Selang 1 hari, sebelum penggerudukan kantor. Kariyadi dan team LBH Rastra Justitia 789 sudah ada pertemuan di Kahuripan Kota Sidoarjo. Bahkan saat pertemuan tersebut secara lisan Kariyaji akan mengembalikan motor yang pernah dia gadai.

Menurut informasi dari korban, paling lambat tanggal 5 Februari mendatang. Semua akan diselesaikan, karena sebelum tanggal 05, Kariyadi ada pencairan dari bank BTN. Kariyadi mengakui bahwa pemilik perumahan Telaga Asri miliknya. Jadi dirinya tidak akan berbohong, demi tuhan lillahitaalla saya membantu ibu Belqis.

“Anda darimana, apakah anda dari intel Polda jawa timur?. Teman SMU saya Kombes Pol Awi Setiyono, sama-sama orang Tulungagung. Kalau ada apa-apa saya koordinasi sama beliau, apa perlu saya telepon sekarang,” urai Kariyaji.

Perlu masyarakat ketahui ungkapan Kariyaji sangat bertolak belakang dengan kejadian di kantor perwakilan berita Patroli. “Saya tadi malam merasa tertekan, saya ini tentara kok dipaksa-paksa, makanya saya (kesini red) dengan teman-teman saya. Semua ini adalah solidaritas sesama tentara,” kata oknum TNI tersebut waktu di kantor berita Patroli.

Secara terpisah, Didi Sungkono Advokat dari LBH Rastra Justitia 789 mengatakan, apa yang disampaikan Kariyaji sangat bertolak belakang dengan fakta hukum sebenarnya. Saya ada di lokasi malam itu. Tidak ada insiden apapun, semuanya sudah kondusif dan sudah ada perdamaian.

“Kariyaji berjanji mengembalikan uang ibu Belqis antara tanggal 3 sampai tanggal 5 Februari 2019. Kalau dia (Kariyaji) mengatakan ada pemaksaan dan pemukulan tentunya bekasnya masih ada. Yaa ditempuh aja jalur hukum, laporkan secara pidananya, kapan, siapa, dimana dia dipukul. Jangan malah memprovokasi massa, oknum-oknum letengnya diajak nggruduk kantor. Harusnya Kariyaji professional, proporsional,” katanya dengan kesal.

Kayaknya lanjut Didi, dia (Kariyadi) kurang memahami UU No 34 Tahun 2004 Tentang TNI. Sudah jelas diatur di Pasal 39 angka 3, TNI aktif dilarang melakukan kegiatan bisnis, lha kok ini dengan bangganya dirinya mengatakan pemilik PT Kadu Agung, yang asetnya diduga ratusan miliar.

“Yang menjadi pertanyaannya, uang dari mana dia mendapatkan itu?. Kalau didanai perbankan patut diduga ada pat gulipat. Gajinya aja tidak sebanding dengan asetnya,” urai Didi Sungkono dengan geram.

Lebih jauh Didi menambahkan, dirinya akan surati Panglima TNI. Saya minta diaudit seluruh asset harta-hartanya terkait usaha yang didirikannya, sekarang ini sudah transparan. “Asas keterbukaan patut diduga, ini adalah hasil dari money laundering,” pungkas Didi Sungkono.

Reporter  : Red/sumber berita patroli

Editor : Nurdiana

Publisher : Redaksi

REKOMENDASI UNTUK ANDA