by

Para Nelayan Sumenep, Mengeluh Akibat Cuaca Buruk

SEMENEP, BrataPos.com – Akibat cuaca buruk, puluhan nelayan di desa Kaleanget, Kecamatan Kaleanget, Kabupaten Sumenep, Madura, memilih tidak melaut sejak dua hari terakhir. Tingginya ombak, membuat mereka khawatir dengan keselamatan mereka, Selasa (22/01/2019)

Selama tidak melaut, para nelayan memanfaatkan waktunya untuk memperbaiki perahu dan alat tangkap mereka. Sesekali, mereka mencari kepiting atau kerang di pinggir laut untuk mereka konsumsi atau dijual.

“Sudah dua hari lebih kita tidak berani melaut. Ombaknya naik ke Perahu kalau kita paksakan pergi. Waktu senggang kita pakai untuk perbaiki perahu dan alat tangkap,” kata salah satu nelayan, Muhammad saat ditemui, BrataPos.com.

Akibatnya, tidak hanya mempengaruhi penurunan pendapatan bagi para nelayan, jumlah ikan laut di pasaran pun sedikit yang otomatis membuat harga ikan naik hingga dua kali lipat.

“Ikan laut susah didapatkan, kalaupun ada, harganya dua kali lipat dari biasanya. Yang banyak saat ini itu ikan tawar, kayak bandeng saja. Pendapatan kita jelas menurun selama cuaca buruk ini,” lanjut Muhammad.

Kepala BMKG Kalianget, Usman Kholid, menyampaikan, ketinggian gelombang di wilayah perairan Kangean dan Masalembu hari ini maksimum bisa mencapai 4 meter. Kondisi itu berbahaya untuk aktifitas melaut.

Sementara untuk kecepatan angin di wilayah perairan Kangean dan Masalembu, maksimum bisa mencapai 30 knot atau sekitar 56 kilo meter per jam. Memang saat ini keberadaan angin dari barat cukup kuat,” ujarnya, Selasa, (22/1/2019).

Memurutnya ketinggian gelombang di wilayah Perairan Jawa Bagian Timur, khususnya Kangean dan Masalembu, masih akan bertahan dalam beberapa hari ke depan. Diperkirakan sampai tanggal 26 atau 27 Januari.

Reporter : zainur

Editor : nurdiana

Publisher : redaksi

REKOMENDASI UNTUK ANDA