by

Kejari Gresik, Cari Tersangka Baru di BPPKAD

GRESIK, BrataPos.com – Untuk mencari tersangka baru. Kasus operasi tangkap tangan (OTT) di instansi Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Kabupaten Gresik pada tanggal (15/1/2019) lalu.

Tim Penyidik Kejaksaan Negeri Gresik kemarin (22/1/2019), kembali memeriksa 7 pejabat Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Kabupaten Gresik.

Ke 7 pejabat itu terdiri dari Kabid Perbendaharaan, Kabid Anggaran, Kabid Aset Daerah dan Kabid Penagihan, Kabid PDL, Kabid PBB dan Kasubag Keuangan.

Mereka datang memenuhi panggilan penyidik mulai jam 09.00 WIB. Dan mereka diperbolehkan pulang sekitar pukul 19.30 WIB. Praktis, ke 7 pejabat BPPKAD tersebut diperiksa hampir 10 jam di ruang penyidik.

Tidak hanya itu, Tim Pidsus juga mengumpulkan bukti tambahan. Terlihat ada 3 orang berbaju dinas BPPKAD membawa dokumen tambahan yang diminta oleh Kejaksaan.

Pemanggilan ke 7 pejabat di BPPKAD ini, merupakan bagian dari pengembangan OTT pemberian jasa insentif di BKPKAD yang hanya menetapkan satu tersangka yakni Sekretaris BPPKAD, M. Muctar. Tidak menutup kemungkinan akan ada penambahan tersangka.

Kajari Gresik, Pandoe Pramoekartika didampingi Kasi Pidsus Andri Dwi Subianto membenarkan kalau telah memeriksa kembali 7 pejabat di BPPKAD.

“Ini pemeriksaan tambahan, untuk sementara ke 7 pejabat tersebut masih diperiksa sebagai saksi,” tegasnya.

Sebelumnya Tim Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik mengobrak abrik Kantor Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Gresik yang berkantor di Jalan Dr. Wahidin SH No. 245 Kebomas Gresik,  Senin sore (14/1/2019).

Pada OTT tersebut mengamankan barang bukti uang sebesar 537, dan menetapkan satu orang pejabat sebagai tersangka yakni M Mukhtar menjabat sebagai Sekretaris dan juga Plt BPPKAD. Tersangka dijebloskan ke rutan medaeng Surabaya.

Reporter : jml

Editor : nurdiana

Publisher : redaksi

REKOMENDASI UNTUK ANDA