by

Kejahatan Kera Putih di Kota Santri

1547722498293Lagi dan lagi Kota Santri yang sering di kenal dengan Gresik, Kota yang di sebut juga Kota Wali ini diserbu oleh Pasukan Jahat kera putih atau white collar crime di jajaran Pemerintah Kab. Gresik yaitu di beberapa jajaran keDinasan Kab. Gresik mulai dari di Inspektorat Kab. Gresik, Kadinkes dan baru baru ini dalam salah satu media Online Bratapos.com pada tanggal 16 Januari 2019 yang memberitakan di jajaran BPPKAD Gresik telah menetapkan H. M. Mukhtar yang menjabat sebagai Plt Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Kabupaten Gresik sebagai tersangka, dalam kasus operasi tangkap tangan (OTT) senilai 573 juta dan Kejari Gresik terus mendalami keterlibatan pejabat yang lain.

Kejahatan kera putih merupakan suatu tindak kecurangan yang dilakukan oleh seseorang yang memiliki posisi dan wewenang cukup tinggi pada sektor pemerintahan maupun sektor swasta, sehingga dapat mempengaruhi suatu kebijakan dan keputusan. Menurut Edwin H. Sutherland, white collar crime merupakan kejahatan yang dilakukan oleh seseorang yang sangat terhormat dan berstatus social tinggi di dalam pekerjaannya. Tindakan kejahatan ini dapat terjadi di dalam perusahaan, kalangan professional, perdagangan maupun kehidupan politik.

Inilah kejahatan pasukan kera putih yang telah menyerbu di kota santri. Kota para Wali, Kota Pudak, Kota Religi, Gresik Berhias Iman, Kota yang memiliki seribu nama ini.

Mengkritisi Kejahatan Kera Putih di Kota Santri

Bagi saya bangga menjadi arek Gresik yang dimana Gresik mendapatkan julukan Kota Santri dan Gresik Berhias Iman, akan tetapi timbul dalam hati saya pertanyaan besar, apakah masih pantas Gresik mendapatkan julukan Kota para Wali, Kota Pudak, Kota Religi, Gresik Berhias Iman. Kultur Religi di kalangan masyarakat wilayah Kab. Gresik sudah sangat kental, seharusnya bisa melunturkan Kejahatan Pasukan Kera Putih pejabat-pejabat daerah di wilayah Kab. Gresik.

Namun kultur religiolitas para jajaran pejabat di kedinasan Kab. Gresik yang sudah mengental dan berakar, rasanya sudah tidak relevan “irelevan lagi untuk bertahan danmengubah karakter dan tingkah laku para pejabat yang korup.

Penyelewengan dana uang yang cukup besar mengaburkan mata hati mereka untuk berpikir kritis dan mengutamakan kemanusiaan. mereka hanya berpikir untuk kepentingan sesaat( tanpa mempertimbangkan akibat lebih lanjut dari perbuatan mereka. penderitaan rakyat tidak lagi menjadi pertimbangan kemanusiaan yang dapat mengubah perilaku busuk mereka.

Hilangnya kultur kereligiusan di Kab. Gresik membuat Praktek Korupsi di daerah Kota Santri ini Kota yang penuh sejarah ke islaman.

Kita sebagai masyarakat yang bangga terhadap Kota Santri Kota yang berhias iman hanya bisa berharap kepada pemimpin atau pangeran di Kota Santri ini bisa mengembalikan Gresik yang telah kehilangan slogan ke religiusannya, dan berharap untuk aparat keamanan serta manusia pemberantas kejahatan kera putih bisa membasmi perilaku mereka.

Sebagai daerah dengan pejabat dan pemimpinnya yang berakar pada kultur religiositas kita hendaknya menyalakan kembali api solidaritas dan kesetiakawanan kita. menjadi senjata utama memerangi ketidakjujuran dan praktek praktek penyelewengan yang sudah dianggap biasa seperti praktek korupsi yang telah dilakukan oleh kejahatan Kera Putih di Kab. Gresik. Sikap solider para pejabat dan pemimpin itu mesti nampak dalam usaha untuk tidak memeras orang lain lewat birokrasi yang jujur menjadikan yang lain sebagai bagian dari dirinya.

Penulis : Witnyo #Kulitinta 

 

REKOMENDASI UNTUK ANDA