by

Hakim PN Gresik, Vonis Dua Bocah Pengeroyokan

GRESIK, BrataPos.com – Dinyatakan bersalah melakukan pengeroyokan. Dua bocah inisial ABB (16), warga Kecamatan Brondong, Lamongan, dan RGI (14), asal Jenu, Tuban divonis 1 tahun oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Gresik kemarin, (17/1/2019).

Hal itu saat majelis hakim Bayu Soho Rahadjo membacakan amar putusannya. Kedua bocah itu terbukti melakukan tindak pidana pengeroyokan terhadap anak dibawah umur yang berinisial AF (14) yang berlokasi di belakang kantor NU Jl. Dr Wahidin, Desa Dahanrejo, Kecamatan Kebomas-Gresik pada hari Sabtu (8/8/2018) silam.

Perbuatan kedua anak itu telah membuat korban meninggal. Mereka tidak menunjukkan ada toleransi terhadap sesama. Sehingga keduanya melanggar pasal 170 ayat (2) ke 3 KUHP Jo. Pasal 1 angka (3) UU RI No. 11 tahun 2012 tentang sistem peradilan pidana anak.

“Mengadili, menjatuhkan pidana terhadap kedua bocah dengan pidana penjara masing-masing selama 1 tahun,” kata Bayu.

Hal yang meringankan, kedua terdakwa itu sopan selama persidangan. Mereka juga belum pernah dihukum. Kemudian, berjanji tdak lagi turun ke jalan lagi. “Orang tua harus memperhatikan anaknya masing-masing,” kata Bayu saat memimpin sidang.

Kendati demikian, putusan hakim dinilai lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Budi Prakoso dari Kejaksaan Negeri Gresik, yang sebelumnya menuntut kedua terdakwa selama 1 tahun 8 bulan.

IMG_20190117_211159

Namun hal itu hakim mempertimbangkan yang meringankan kedua terdakawa. Kedua terdakwa masih anak dan sangat muda sehingga memiliki jiwa dan diharapkan dapat merubah perilakunya dikemudian hari. Mengakui secara terus terang semua perbuatannya.

Selain itu kedua terdakwa merasa menyesal dan berjanji tidak akan mengulanginya perbuatannya, dan keluarga korban sudah memaafkan didepan persidangan, serta terdakwa inisial ABB akan melanjutkan ke pondok.

Hakim juga meminta kedua bocah ini untuk tetap ditahan. Barang bukti berupa besi tetap disita untuk digunakan sebagai bukti di persidangan dengan terdakwa lainnya.

“Saya minta pada orang tua ABH harus mendatangi rumah korban. Meminta maaf,” pintanya hakim.

Meski divonis 1 tahun, putusan hakim belum bisa dinyatakan hukum tetap (inkrah), pasalnya penasehat hukum (PH) terdakwa yakni Ari dan JPU menyatakan pikir-pikir. Sambil mengetok palu, ketua majelis hakim akhirnya meminta pada PH dan JPU untuk segera mengambil sikap selama 7 hari.

Reporter : jml

Editor : nurdiana

Publisher : redaksi

REKOMENDASI UNTUK ANDA