oleh

Kejari Dalami Kasus OTT, Untuk Mencari Tersangka Baru

Last updated: Rabu, 16 Januari 2019, 19:57 WIB

GRESIK, BrataPos.com – Usai menetapkan M. Mukhtar yang menjabat sebagai Plt Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Kabupaten Gresik sebagai tersangka, dalam kasus operasi tangkap tangan (OTT) senilai 573 juta. Kejari Gresik terus mendalami keterlibatan pejabat yang lain, (16/1/2019).

Informasinya, Kejari Gresik akan memanggil empat pejabat pekan depan mulai Kabag hingga Kabid yang sebelumnya sempat diperiksa selama 24 jam di ruang penyidik pidsus. Tidak hanya itu, semua saksi yang sudah diperiksa dan dipulangkan ketika terjaring OTT akan kembali dipanggil untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Hal itu dilakukan untuk mencari tersangka lain.

Diketahui, sebelumnya, M Mukhtar terjaring operasi tangkap tangan (OTT) oleh tim Kejari Gresik, pada Senin (14/1/2019) lalu. Operasi itu dipimpin langsung oleh Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Andrie Dwi Subianto dan Kasi Intelejen R Bayu Probo Sutopo.

Kajari Gresik Pandoe Pramoekartika saat dikonformasi menyampaikan, pasca M Mukhtar ditetapkan sebagai tersangka. Sampai saat ini penyidik masih bekerja untuk mengembangkan kasus tersebut. Pasalnya, dugaan praktik pemotongan dana insentif itu berlangsung cukup lama.

“Sehingga, penyidik meyakini banyak yang terlibat. Saat ini sedang mempersiapkan segala kebutuhan. Baik menggali keterangan saksi dan mengumpulkan alat bukti tambahan. Yang jelas, kasus yang melibatkan belasan pejabat itu terus belanjut,” katanya (16/1/2019).

Pandoe tidak menyebut secara detail terkait kegunaan uang ratusan juta itu. Sebab, penyidik masih mendalami kasus ini. Penyidik terus berupaya mengembangkan lebih dalam lagi.

“Kami akan melakukan ekspose perkara terlebih dahulu guna mendalami kasus ini. Tidak menutup kemungkinan ada penambahan tersangka,” imbuhnya.

Reporter : jml

Editor : nurdiana

Publisher : redaksi

REKOMENDASI UNTUK ANDA