by

Kuasa Hukum Terdakwa Berharap, Permohonannya Diterima Oleh Majelis Hakim

SURABAYA, BrataPos.com –  Imam Safi’i, terdakwa kasus peredaran narkoba kembali menjalani sidang dengan agenda pembelaan (pledoi) oleh Arif Budi Prasetijo selaku kuasa hukumnya, Rabu (16/01/2019).

Pada pledoinya, Arif Budi Prasetijo kuasa hukum terdakwa memohon agar Majelis Hakim yang menyidangkan perkara ini menjatuhkan pidana kepada terdakwa Imam Safi’i seringan-ringannya.

Persidangan yang digelar di ruang garuda 2 PN Surabaya ini, dipimpin Dede Suryaman selaku Ketua Majelis Hakim dengan didampingi Hakim Anggota yakni Dwi Winarko dan Dedi Fardiman.

Sementara terdakwa didampingi kuasa hukumnya Arip Budi Prasetijo dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Taruna Surabaya.

Atas pembelaan (pledoi) kuasa hukum terdakwa di pertimbangkan oleh Majelis Hakim hingga sidang putusan (Vonis) ditunda selama sepekan. Untuk mempertimbangkan keputusan saya kordinasi dulu dengan anggota majelis. Maka untuk vonisnya ditunda selama sepekan, ucap Dede Suryaman.

Untuk diketahui, bahwa perkara tersebut bermula pada Rabu 25 Juli 2018 sekira pukul 09 30 wib, dimana saat itu petugas Satresnarkoba Polrestabes Surabaya melakukan penangkapan terhadap terdakwa Imam disebuah rumah kost jalan Bibis Tama Surabaya.

Pada penangkapan tersebut petugas mendapatkan barang bukti berupa (4) empat bungkus plastik klip berisi sabu seberat masing masing 0,20 gram, 0,28 gram, 0,31 gram, 0,92 gram, (1) satu buah timbangan elektrik, (2) dua buah skop plastik, (1) satu buah Handphone merk Asus, serta uang tunai sebesar Rp 1.100.000; satu juta seratus ribu rupiah.

Ketika di interogasi, terdakwa mengaku jika semua barang tersebut adalah miliknya yang didapat dengan cara membeli dan rencananya akan dijual lagi kepada para pelanggannya.

Karena perbuatan terdakwa dianggap melanggar hukum dengan memiliki menyimpan menjual atau memakai, maka Jaksa Penuntut Umum (JPU) Hasanuddin Tandilolo dari Kejari Tanjung Perak menjerat terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 114 ayat (1) Undang Undang RI No.35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman selama (9) sembilan tahun penjara denda sebesar Rp 1 miliar serta Subsidair (1) satu tahun kurungan.

Reporter : Bnd/Zs

Editor : nurdiana

Publisher : redaksi

REKOMENDASI UNTUK ANDA