by

BPJS Sampang, Diduga Alergi Pada Insan Pers Sampang

SAMPANG, BrataPos.com – Kepala Kantor Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kabupaten Sampang yang sering disebut Ibu Ita enggan menemui wartawan. Hal itu disinyalir kuat Kepala BPJS tersebut alergi pada insan pers yang datang kekantornya.

Terlebih kedatangannya ingin mengkonfirmasi data di lapangan berkaitan dengan masyarakat Sampang yang dinilai masih banyak berada dibawah garis kemiskinan dan ingin konfirmasi terkait tentang kartu BPJS lama yang tidak bisa digunakan.

Setelah petugas bawahannya (Satpam) Fausen melaporkan kedatangan wartawan WH yang sempat menunggu lama di ruang tunggu guna ingin melakukan konfirmasi, Kepala BPJS Ita yang diduga alergi dengan wartawan itu menolak untuk menjumpai media WH yang mendatangi kantornya pada Kamis siang (10/01/19).

Melalui Satpam, kepala BPJS beralasan tidak bisa ditemui kalau ada media yang mau konfirmasi. “Maaf mas ibu Ita nya tidak mau ditemui, jika memang ada yang perlu di konfirmasi terkait BPJS silahkan ke pak Eko di Pamekasan,” ujar Fausen Satpam yang kebetulan piket jaga disitu kepada wartawan WH.

Ketika itu juga Zain sebagai wartawan WH menanyakan pada petugas satpam. Apakah hanya WH saja ibu Ita enggan menemuinya, tanya zain kepada satpam, dengan nada santai Fausen, satpam pun memberikan jawaban. Tidak mas semua media yang mau konfirmasi terkait BPJS silahkan ke pak Eko di pamekasan, katanya menirukan pembicaraannya satpam.

Selain kepala BPJS yang terkesan tertutup dengan wartawan, tidak ada satupun karyawan dari instansi BPJS Kabupaten Sampang yang bisa dikonfirmasi. Dalam hal ini Ketua dari LSM GPN (Generasi Peduli Negeri) Rolis Sanjaya Geram.

“Menurut saya pihak BPJS itu terlalu banyak prosedur dan berbelit-belit kadang kami mau membantu mereka untuk menyelesaikan masalah di bawah agak susah,” keluhnya.

IMG-20190110-WA0064

Lanjut Rolis, saat kami mintai kejelasan tentang banyaknya masyarakat tidak mampu yang tidak memiliki BPJS atau sebagian kenapa di hapus, yang ada malah saling lempar tanggung jawab dengan dinsos, ujarnya dengan kesal.

lihatlah tiap hari ratusan orang mengantri dengan petugas yang minim sampai di luar. Apakah orang itu tidak punya kerjaan bahkan ada warga yang keluarganya sakit ngantri BBJS sampai masuk umum.

“Dalam hal ini saya kira BPJS di kabupaten Sampang kurang maksimal dalam kinerjanya,” katanya.

Terus apa maksud dari kepala kantor BPJS kok sampai tidak mau di konfirmasi,? Apakah harus jika ada temuan kami di Sampang kok malah di suruh ke-Pamekasan aneh.

“Saya akan adakan audensi terhadap BPJS terkait adanya kejanggalan di lapangan yang belum di jawab dengan jelas,” pungkasnya.

Reporter : ryn/far

Editor : jamal s

Publisher : redaksi

REKOMENDASI UNTUK ANDA